spot_img
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Dugaan Korupsi, Penyidik Menggeledah Kantor Ditjen EBTKE

KNews.id – Jakarta – Kasus dugaan korupsi di Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi atau Ditjen EBTKE Kementerian ESDM masih berada di tahap awal. Kepala Sub Direktorat 1 Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dittipidkor) Bareskrim Polri, Komisaris Besar Ahmad Sulaiman, mengatakan pemeriksaan para saksi nantinya akan dilakukan secara bertahap.

“Nanti pada waktu yang tepat dan fakta terkonstruksi secara sempurna akan disampaikan,” ujar Sulaiman. Sebelumnya, tim penyidik dari Bareskim Polri telah menggeledah kantor Ditjen EBTKE. Proses penggeledahan itu berlangsung sekitar 12 jam.

- Advertisement -

Dalam keterangan sebelumnya, Wakil Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Komisaris Besar Arief Adiharsa, membenarkan pertanyaan Tempo, bahwa kasus ini berkaitan dengan pengadaan  penerangan jalan utama tenaga surya (PJUTS) di Kementerian ESDM yang dimenangkan oleh PT Lembaga Elektronika Nasional Industri (PT LEN) pada 2020 lalu.

PT LEN merupkan salah-satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Arief juga membenarkan pengusutan ini berkaitan dengan PT LEN Industri yang seharusnya gugur dalam proses lelang, tapi justru dimenangkan. Dalam penggeledahan yang dilakukan penyidik Bareskim, mereka menyita dokumen, bukti  eketrenik, personal computer (PC) hingga gawai.

- Advertisement -

Saat ditanya Tempo, apakah ia akan memanggil pejabat EBTKE yang menjabat pada periode tersebut, Arief mengatakan, bahwa semua pihak yang  terkait dalam perkara akan dimintai keterangan.

Perlu diketahui, PJUTS  merupakan salah satu program yang dikembangkan untuk pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pemanfaatan energi bersih. Proyek ini menjadi bagian dari target Emisi Bersih atau Net Zero Emission (NZE) 2060.

Dengan pemasangan PJUTS, pemerintah daerah ditargetkan bisa menghemat pengeluaran daerah untuk pajak penerangan jalan. Pada Desember 2023, Kementerian ESDM menyerahkan PJUTS kepada empat pemerintah kabupaten dan kota, yaitu regulator Batam, Pati, Bojonegoro, dan Tuban.

Pemerintah Kota Batam menerima 940 unit PJUTS yang dibangun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian ESDM pada 2023. Hingga 2022, sudah ada 22.546 unit PJUTS yang dibangun, setara penerangan jalan di 36 provinsi.

Tempo telah berusaha menghubungi sekretaris perusahaan PT LEN Industri, Irlan Budiman, untuk meminta konfirmasi. Namun, hingga berita ini tayang belum ada jawaban.

(NS/Tmp)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini