KNews.id – Program Desak Anies yang memungkinkan masyarakat untuk bertanya, menyampaikan tuntutan, gagasan, bahkan berdebat dengan calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan secara langsung terus mendapat apresiasi. Termasuk dari Ketua Perkumpulan Kader Bangsa Dr. Dimas Oky Nugroho.
“Kalau menurut saya (program) Desak Anies ini bagus banget,” jelasnya kepada KBA News Sabtu, 20 Januari 2024.
Menurut sosok yang dikenal sebagai pegiat wirausaha sosial, akademisi, serta aktivis masyarakat sipil Indonesia ini, program Desak Anies ini merupakan sarana yang efektif untuk mensosialisasikan gagasan-gagasan Anies kepada masyarakat luas dari berbagai segmentasi.
Dia mendukung program tersebut. “Memang harus ada dialog. Dan dari dialog itulah muncul sebuah kesepahaman, common understanding, sebuah komitmen bersama. Muncul gagasan-gagasan baru,” ucapnya.
Selain itu, menurutnya, program Desak Anies ini juga sekaligus untuk membangun keyakinan kepada masyarakat bahwa Anies adalah seorang pemimpin yang terbuka, egaliter, dan dialogis. Sehingga bisa meningkatkan partisipasi masyarakat.
“Ini penting di tengah kepungan model kepemimpinan yang justru mencitrakan dirinya itu sangat dominan, satu arah,” ungkap Doktor Antropologi Politik dari University of New South Wales (UNSW) Sydney, Australia ini.
Lebih jauh dia menjelaskan di negara-negara yang demokrasinya lebih maju, program dialog seperti itu sudah biasa. Seperti di Amerika Serikat, yang dikenal dengan sebutan Town Hall Meeting. Meskipun sebenarnya tradisi dialog ini juga pernah hidup di era para pendiri bangsa.
“Jadi bukan hanya fenomena negara-negara Barat. Dalam tradisi perpolitikan nasional kita, para founding fathers itu juga sering turun ke masyarakat dengan tools-nya mengajar atau berdialog dengan masyarakat,” tandasnya.
Sebagaimana diketahui program Desak Anies ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Anies ketika kampanye ke berbagai daerah.
Desak Anies yang sudah memasuki episode ke-16 ini pada awalnya dimaksudkan untuk anak-anak muda. Tapi belakangan juga menjangkau berbagai elemen masyarakat lainnya. Seperti pedagang pasar tradisional, nelayan, tenaga kesehatan. Dan juga mengangkat isu-isu khusus seperti isu perempuan, agraria dan lingkungan. (Zs/KBA)






