KNews.id – Jakarta – Pejabat Amerika Serikat dilaporkan diam-diam menerbangkan salah satu diplomatnya dari Inggris usai muncul tuduhan gambar tak senonoh. Mereka dipulangkan tanpa memberitahu otoritas Inggris.
Sebelum terbang, pihak berwenang AS menggerebek apartemen diplomat itu di London pada Agustus lalu. Mereka lantas menangkap dan membawa dia ke pangkalan udara AS untuk dideportasi.
Juru bicara kedubes AS mengaku tahu ada tuduhan ke salah satu diplomatnya.
“Pemerintah Amerika Serikat berharap semua personel mematuhi standar perilaku tinggi, dan kami menanggapi tuduhan ini dengan serius,” kata juru bicara tersebut, dikutip The Independent.
“Meskipun kami tak bisa mengomentari detail spesifik kasus ini, kami segera memberi tahu penegak hukum Inggris dan mengambil tindakan cepat, dan kami akan terus bekerja sama erat dengan mitra penegak hukum kami terkait tuduhan ini,” imbuh jubir kedubes itu.
Lebih lanjut, dia menjelaskan individu yang bersangkutan sudah dipindah ke Amerika Serikat sehubungan dengan penyelidikan yang sedang berlangsung. Kedutaan Besar telah memberitahu pihak berwenang Inggris tentang kasus ini.
Personel AS tak punya wewenang untuk melakukan penangkapan di Inggris. Menurut laporan media lokal, tak ada permintaan resmi untuk ekstradisi orang itu.
“Kami mengharapkan semua diplomat asing di Inggris untuk mematuhi hukum kami, sama seperti kami mengharapkan semua diplomat Inggris untuk melakukan hal yang sama saat ditempatkan di luar negeri,” kata juru bicara pemerintah Inggris.
Dia mengatakan saat ini otoritas AS sedang menyelidiki kasus tersebut. “Karena investigasi AS masih berlangsung, tak pantas memberi komentar lebih lanjut di tahap ini,” ungkap jubir itu.
Penangkapan diplomat itu dilaporkan terkait penyelidikan terhadap individu lain di AS.
Sementara itu, juru bicara Kepolisian Metropolitan London mengatakan pada 25 Agustus pihak berwenang AS memberi tahu soal penyelidikan tersebut.
“Ini terkait dugaan pelanggaran di London yang berkaitan dengan gambar tak senonoh,” kata dia.
“Kami terus berkoordinasi dengan mereka terkait masalah ini,” imbuh jubir polisi itu.
Insiden tersebut muncul dua bulan usai eks wakil perdana menteri David Lammnya mengatakan akan membahas dengan pemerintah AS. Terutama soal kasus pilot tempur AS Kapten Jacob Wulfson yang menghindari persidangan berdasarkan hukum Inggris karena mencekik perempuan di Cambridge.
Wulfson diadili di pengadilan militer di pangkalan udara AS, meski kejahatan yang dituduhkan terjadi saat tak bertugas. Setelah dinyatakan bersalah, dia dipenjara selama enam bulan.






