spot_img

Dari Makkah ke Dunia: Kisah Mushaf Al-Qur’an Pertama Cetakan Arab Saudi

KNews.id – Jakarta – Mushaf Al-Qur’an pertama di Makkah dicetak oleh pemerintah Saudi pada 1950. Melalui dokumen sejarah yang dipublikasikan Yayasan Raja Abdulaziz, pencetakan Al-Qur’an tak hanya sekadar proyek melainkan juga langkah besar bagi Saudi membangun pengaruh keislaman global sejak awal berdirinya negara tersebut.

Dilansir dari kantor berita Saudi (SPA), sejak penyatuan Kerajaan Arab Saudi, Raja Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud memberi perhatian besar pada kitab suci Al-Qur’an dan menjadikannya dasar pendidikan serta pedoman hidup bermasyarakat.

- Advertisement -

Bahkan, Raja Abdulaziz juga mendukung halaqah tahfiz Al-Qur’an dan memuliakan para penghafalnya. Ini jadi bagian dari pendekatan negara dalam melayani Islam dan umat muslim.

Masih dari sumber yang sama, gagasan mencetak mushaf Al-Qur’an produksi Saudi muncul setelah diserahkannya naskah tulisan tangan Al-Qur’an karya Syekh Mohammed Taher Al-Kurdi. Sebagai informasi, beliau adalah salah satu kaligrafer Al-Qur’an paling terkemuka pada era modern.

- Advertisement -

Berdasarkan dokumentasi Yayasan Raja Abdulaziz, pemerintah lalu membentuk komite khusus untuk meninjau mushaf itu. Komitenya terdiri dari beberapa ulama ahli qiraat ternama di Makkah.

Kemudian dilakukan pemeriksaan mendetail dengan diawasi Presidensi Umum untuk Riset Ilmiah, Fatwa, Dakwah dan Bimbingan agar memastikan keakuratan penulisan serta kesesuaiannya dengan kaidah resmi penulisan mushaf Al-Qur’an.

Edisi Pertama Mushaf Mulai Diterbitkan pada 1950
Lalu, setelah penyusunan mushaf selesai maka Al-Qur’an diserahkan kepada Raja Faisal bin Abdulaziz Al Saud. Kala itu, dia menjabat sebagai Deputi Raja di Hijaz. Raja Faisal lalu disebut menunjukkan perhatian besar terhadap proyek itu dan langsung memerintahkan dimulainya proses percetakan.

Edisi pertama mushaf diterbitkan pada 1369 Hijriah yang bertepatan dengan tahun 1950 Masehi. Salinan pertama dipersembahkan kepada Raja Abdulaziz, sedangkan sejumlah mushaf lainnya diberikan kepada putra-putranya dan beberapa ulama.

Di sampul mushaf tertulis, “Al-Qur’an Makkah, ditulis oleh Mohammed Taher Al-Kurdi, pengajar kaligrafi di Direktorat Jenderal Pendidikan Makkah, dicetak atas biaya Perusahaan Al-Qur’an Makkah pada masa pemerintahan Raja Abdulaziz.”

Mushaf Al-Qur’an Produksi Saudi Dibagikan ke Banyak Jemaah Haji
Mushaf Al-Qur’an yang diproduksi Saudi kemudian dibagikan ke jutaan jemaah haji dari berbagai negara yang datang ke Tanah Suci. Mushaf tersebut jadi tonggak sejarah penting karena menjadi mushaf Al-Qur’an yang pertama kalinya dicetak oleh Saudi sendiri.

- Advertisement -

Bukan sekadar langkah dalam pelayanan keagamaan, melainkan juga bagian dari diplomasi lunak Saudi dalam membangun pengaruh di dunia Islam. Melalui distribusi mushaf ke jutaan muslim dunia, perlahan Arab Saudi memperkuat posisinya sebagai pusat pelayanan Al-Qur’an dan penjaga dua kota suci umat Islam.

Dokumen sejarah tersebut menyebut mushaf itu jadi saksi awal upaya Saudi mencetak dan menyebarluaskan Al-Qur’an sebelum berdirinya Kompleks Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd di Madinah yang kini banyak disebut sebagai pusat percetakan mushaf terbesar di dunia.

Kini, mushaf tersebut dikenal sebagai King Abdulaziz Quran dan dianggap sebagai simbol sejarah nasional serta bukti perhatian Arab Saudi terhadap Al-Qur’an. Dokumen tersebut menegaskan perhatian terhadap Al-Qur’an terus berlanjut sejak dulu hingga sekarang.

Hal tersebut juga menunjukkan kesinambungan perhatian dari masa lalu, masa kini, hingga masa depan ketika Kerajaan terus melanjutkan misi mereka melayani Islam dan muslim seluruh dunia.

(NS/DTK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini