spot_img
Selasa, Desember 16, 2025
spot_img
spot_img

Damai di Hati, Damai di Bumi

Oleh : Damai Hari Lubis – Ketua KabidHum HAM/ LPBH – DPP KWRI

KNews.id – Jakarta, “Dan milik Allah Timur dan Barat. Ke mana pun kamu menghadap, di sanalah wajah Allah. Sungguh, Allah Maha Luas (Rahmatnya) dan Maha Mengetahui.”
(QS. Al Baqarah Ayat 115)

- Advertisement -

Komunis ? Kenapa tidak ? Itu alami dan ilmiah. Bukankah kita makhluk komunal, sosialita dan berpolitik (zoon politicon) sehingga harus saling berbagi karena kepentingan kolegial dan kebutuhan bersama (multi kelompok) dan menjaga kesimbangan lingkungan hidup dan kehidupan.

Yang tidak alami itu adalah komunisme. Karena komunisme menentang gagasan kapitalisme.

- Advertisement -

Kapitalis ? Kenapa tidak. Itu alami dan ilmiah. Bukankah hidup butuh modal? Tanpa Kapital tidak ada nomenklatur ‘dermawan dan sedekah’ sebagai PerintahNYA. Agar si miskin ikut merasakan nikmat, tidak melulu menjerit dalam kenestapaan

Yang tidak alami itu adalah kapitalisme dan individulisme yang menafikan gagasan pentingnya peduli pada perasaan komunal.

Materialis ? Kenapa tidak ? Itu alami dan ilmiah. Karena kita hidup di dunia material. Yang tidak alami dan ilmiah itu materialisme yang menafikan sisi spiritual, bukan kah kapital dan material serta spritual saling terkait atau sulit ditemukan jurang pemisahnya?

Spiritual ? Kenapa tidak ? Itu alami dan ilmiah. Kita ini makhluk spiritual, terlebih hidup di negeri yang bangsanya memiliki rumus Pancasilais.

Yang tidak alami itu spiritualisme yang meremehkan dunia materi, komunitas, justru malah individualis, sehingga membuat iri lingkungan sosial. Dan apa makna kata Ibadah ? “Sayangi anak istri mu dan sanak keluarga mu, bantu tetangga dekat mu, pelihara anak yatim serta jangan lupa nafkahi atau kawini para janda papa dengan kasih sayang!”

Individualis ? Kenapa tidak ? Itu alami dan ilmiah. Karena kita punya hak-hak dasar individu. Lindungi dan sayangi anak dan istri bahkan menantu mu. Ini individualis. Bukan sekedar mengamalkan spiritual. Justru yang tidak alami itu adalah individualisme yang terus saja menolak dan mempersoalkan aspek sosialita dasar menuju kesepakatan tuk hidup harmoni

- Advertisement -

Sosialis ? Kenapa tidak? Itu alami dan ilmiah. Karena kita ini makhluk sosial. Yang tidak alami dan tidak ilmiah itu adalah sosialisme yang menafikan aspek individu. Idealnya justru berusaha selain menolal rasisme, juga tidak membedakan strata antara yang si kaya dan si miskin yang pintar marjinalkan yang bodoh. Karena dari sisi konteks spiritual, ada doktrinisasi bahwa Tuhan yang Maha Segalanya, Maha Melihat, Mencatat dan Maha Matematis dalam perhitungannya dan sungguh DIA, Tuhan ada Dimana Mana dan Dimana Mana Ada, di belahan Barat serta di belahan Timur.

Biarkan alam menuntun dengan simponinya seperti Kehidupan ini berjalan mengalir apa adanya, sehat secara alami dan ilmiah ketika semua sektor kehidupan berjalan terpadu dengan sinkron yang menghasilkan harmonisasi antara individual-sosial, material-spiritual, kapital-komunal, ideal-aktual, dst.

Sudahlah sudahi sejarah kemarin “wal ashr” jangan lagi yang bloon lagak lagu ngaku pintar dan nafsu jadi pemimpin, lalu yang pintar seolah karena memiliki inisial titel dideret didepan dan di belakang nama, namun perilaku gila-gila an. Seolah titel dengan bermacam warna itu mudah di beli di ruko atau di pasar. Yang kaya pura pura miskin, berani ‘sumpah mati’ nyatakan “gak punya uang dengan jumlah tus jut an atau mil an atau tun an yang tercatat di bank-bank apalagi di bak mandi, kecuali akunnya sekedar saldo jutaan buat belanja bulanan, namun ternyata triyunan tersimpan tersusun di truk kontainer

Bung Bung, dari semuanya, yang paling berbahaya adalah sosok BLOON tapi master tipu yang klaim paksa, agar dirinya dibilang “Jujur Setengah Mati.”

Tuan dan Puan, manusia jenis ini serius parah, karakternya bisa merusak lapisan generasi daripada anak, cucu dan para cicit bangsa dan bisa berakibat hancurkan negara berkeping keping.

Masalah hidup tak pernah selesai bagi mereka yang melihatnya secara sepotong-sepotong atau sektoral. Akibat sektoralisasi maka aspek-aspek kehidupan mulailah ada komunisme vs kapitalisme. Individualisme vs sosialisme. Materialisme vs spiritualisme.

Bagi mereka yang melihat kehidupan secara utuh, maka dunia nampak indah berjalan harmoni, saling mengisi dan saling melengkapi saling mengasihi dan saling menyayangi agar senantiasa tercipta damai dihati dan damai dibumi.

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini