spot_img

Bubarkan Brimob

Oleh : Sutoyo AbadiĀ 

KNews.id – Jakarta, Kajian Politik Merah Putih, semalam buru buru berkumpul sekalipun waktu sudah larut, mencoba membaca perilaku dan potensi pasukan Brigade Mobil ( Brimob ), yang telah membunuh rakyat.

- Advertisement -

Ternyata sudah cukup waktu pengamat politik menandai ada kekuatan berjalan di bawah tanah tetapi tetap saja terbaca di permukaan bahkan tampak melayang di atas gelombang kabut hitam bayanganĀ  Tentara Merah Komunis Cina ( TMKC ) indikasinya berkolaborasi dengan Brigade Mobil ( Brimob ).

Brigade Mobil ( BrimobĀ  ) adalahĀ  pasukan elit dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang bertugas menanggulangi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), peran dan tupoksinya sudah bergeser setelah ditengarai kolaborasi dengan Tentara Merah Rakyat Cina.

- Advertisement -

Tugas mulia Brimob telah menjadi rahasia umum bergeser sebagai kekuatan Oligarki sering dipertontonkan secara furgar sebagai bodyguard penjaga proyek PSN oligarki. Ganas, kejam dan sadis menghalau kaum pribumi dengan kekerasan yang sedang disergap tanahnya oleh oligarki.

Perlu diwaspadai bahwa kader kader serta anak cucu PKI sejak 1999 terdata mayoritas masuk Brimob. Bahkan terendus desas desus akan dan sedang di bentuknya Satuan Pembantai Umat Islam, sesuai proposal “The Hand James Riyadi agar dibentuk Satuan Pembantai Umat Islam”.

Gerakan Oligarki setelah berhasil menguasai kekuatan pemerintahan dengan cara memposisikan Brimob sebagai bohir pemilik modal, lebih mudahĀ  merambah menguasai lini kekuatan termasuk menyiksa kaum pribumi.

Sudah cukup waktu terbongkarnya latihan tempur Brimob dengan senjata berat menyaingi alat bersenjata yang di miliki TNI. Tahun 2015 – 2019 beredar belasan video pasukan Brimob yang berlatih dengan senjata senjata berat termasuk uji coba roket, senjata anti pesawat, senjata anti tank.

Kita segarkan ulang ingatan kita kejadian terbongkarnya oleh Badan Intelijen Strategis ( BAIS ) TNI sepanjang 2016 – 2019 Polri beberapa kali mengimpor ratusan ribu senjata berat yang semuanya dicover Brimob.

BAIS membongkar 5.000 senjata ilegal yang diungkapkannya di depan mantan petinggi TNI, adalah milik Polri.Ā  Diketahui setelah pada Jumat (22/10/2017) Jendela GN mengungkapkan ada institusi non-militer yang mencatut nama Presiden Joko Widodo untuk pengadaan 5.000 senjata api ilegal dan terjadi peristiwa tertahannya senjata api milik Brimob Polri di Gudang Kargo Unex Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (30/9/2017).

- Advertisement -

Ingatlah peristiwa tewasnya Koordinator / Komandan TKC Tentara Merah November 2018.Terbongkarnya seorang kordinator tentara merah ketika tewas disebuah apartemen di Jakarta ditemukan belasan senjata tempur berat.

Rentetan kejadian di atas info intelijen bahwa akan berkolaborasi Brimob dan Tentara Merah. Di Era Presiden Jokowi tampak semua berjalan mulus dan semua atas restu Presiden Jokowi saat itu

Atas kendali Presiden Jokowi, TNI saat itu hanya diam. Bahkan lebih tragis alutsista TNI jauh lebih usang dibandingkan dengan senjataĀ  Brimob lebih unggul diatas TNI.

Sementara pesawat – pesawat tempur dan tank – tank TNI suli bergerak karena dengan kekuatan Politik telahĀ  dikebiri agar sulit bangkit dan bergerak.

Kerinduan rakyat tetap bersama TNI adalah nyata. Kita saksikan kehadiran TNI di tengah tengah masa yang sedang berdemo saat ini langsung disambut histeris hidup TNI – hidup TNI, itu penanda kerinduan rakyat bersama TNI mengatasi situasi negara yang semakin catur marut adalah sebuah keniscayaan.

Kajian Politik Merah Putih merekomendasikan, ini waktunya TNI bersama rakyat harus kembali bangkit menyelamatkan Indonesia. Kondisi darurat berangus, hancurkan dan bubarkan pasukan Brimob pro Cina Komunis yang berkolaborasi dengan tentara merah berpotensi sebagai pembunuh rakyat dan sebagai bodyguard oligarki.

( FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini