Doddy mengingatkan saat ini rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) industri perbankan tengah naik. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukan NPL Juli 2022 mencapai 2,9 persen, lebih tinggi dibandingkan Juni 2022 yakni 2,86 persen.
Namun, rasio NPL Juli masih lebih baik dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang mencapai 3,0 persen. Selain itu, Doddy menuturkan bahwa meningkatkan rasio CAR juga akan mendorong kemampuan bank dalam melakukan ekspansi kredit.
Sebagaimana diketahui, BRIS sebagai bank syariah terbesar di Indonesia didorong menjadi lokomotif ekonomi syariah Tanah Air.
“Bank syariah sebesar BSI memang dituntut untuk berkiprah. Sebagai motor ekonomi syariah, akan sulit bergerak kalau rasio CAR minim,” pungkas Doddy.




