Dengan merger ini, tuntas pula integrasi perusahaan makanan Indofood yang awalnya ada 5 divisi menjadi hanya satu. Kemudian, anak-anak perusahaan Indofood Sukses Makmur yang bergerak di bidang produksi makanan juga diserahkan sebagai anak usaha ICBP: Indofood Fritolay Makmur, Drayton Pte. Ltd., PT Surya Rengo Containers, Nestle Indofood Citarasa Indonesia, dan Indofood (M) Food Industries Sdn. Bhd.
Selanjutnya, di tanggal 7 Oktober 2010, perusahaan ini resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan harga IPO sebesar Rp 5.395/saham. Dalam pencatatan ini, ICBP melepas 20% sahamnya ke publik, dan dana yang berhasil diraih adalah Rp 6 triliun.
Pada tahun 2013, perusahaan ini mulai memproduksi minuman dan membeli PT Pepsi-Cola Indobeverages dengan harga Rp 340 milyar bersama Asahi.
Pada tahun 2014, perusahaan ini berekspansi ke bisnis AMDK dengan mengakuisisi merek Club, serta mengembangkan bisnis olahan susunya dengan mengakuisisi merek Milkuat yang dimiliki oleh PT Danone Dairy Indonesia pada tanggal 21 November 2014.
Pada bulan Desember 2017, perusahaan ini membeli saham PT Indofood Asahi Sukses Beverage dan PT Asahi Indofood Beverage Makmur yang dipegang oleh Asahi. Nama kedua perusahaan tersebut pun diubah menjadi PT Indofood Anugerah Sukses Barokah dan PT Anugerah Indofood Barokah Makmur.
Pada tanggal 3 November 2018, perusahaan ini membeli saham PT Nestle Indofood Citrarasa Indonesia yang dipegang oleh Nestlé. Nama perusahaan tersebut kemudian diubah menjadi PT Nugraha Indah Citarasa Indonesia.
Pada tahun 2020, perusahaan ini mengakuisisi seluruh saham Pinehill Company Ltd, sebuah produsen mi instan yang memiliki pabrik di Arab Saudi, Nigeria, Turki, Mesir, Kenya, Maroko, Serbia, dan Ghana.
Pada tanggal 17 Februari 2021, perusahaan ini mengakuisisi saham PT Indofood Fritolay Makmur yang dipegang oleh Frito-Lay (PepsiCo) dengan harga Rp 494 miliar. Nama perusahaan tersebut kemudian diubah menjadi “PT Indofood Fortuna Makmur”. (Ach)





