Namun, setelah pandemi bisa ditangani, masyarakat jadi memiliki likuiditas yang banyak akibat dari stimulus dan dana khusus yang diberikan pemerintah. Oleh karena itu, setelah pandemi, permintaan meningkat, namun rantai pasok tetap terganggu akibat perang Rusia-Ukraina.
“Masyarakat bawah, menengah atas, menikmati adanya tambahan likuiditas, sehingga saat mobilitas membaik, Covid mulai mereda yang terjadi adalah semua tiba-tiba mau spending, makan mau nambah, dan sebagainya, dan juga untuk yang lain-lain. Terus ditambah lagi ada Rusia sama Ukraina konflik dan kita tahu Rusia Ukraina ini adalah gudangnya pangan, juga energi, gandum, segala macam dari sana,” papar dalam kegiatan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan Bali Nusra, Jumat (9/12/2022).




