Ini melibatkan ratusan pesawat tempur dari kedua belah pihak yang melakukan serangan tiruan 24 jam sehari. Setidaknya ada 240 jet tempur dari kedua negara, lalu 1600 serangan mendadak, yang merupakan terbesar dalam latihan itu.
Sebelumnya, Korut menembak 80 artileri ke arah tetangganya itu Jumat pagi. Sejak Rabu dan Kamis, Korut juga menembak sekitar 30 rudal, dan satu di antara jatuh hanya beberapa puluh kilo dari wilayah Korsel.
Kelakuan Korut diyakini juga diprovokasi “Vigilant Strom”. Termasuk isu operasi “penggal kepala” yang merujuk pelengseran Kim Jong Un di Korut.
“Peluncuran (rudal-rudal) cepat Pyongyang minggu ini adalah karena “Badai Waspada” Korut,” kata seorang peneliti di Institut Studi Kebijakan Asan, Go Myong-hyun.




