Lebih lanjut, dia menuturkan bahwa saking besarnya gempa tersebut,kejadi itu dapat “memecahkan” hampir seluruh segmen Sesar Anatolia Timur, juga memicu gempa di jalur sesar lain, yaitu sistem sesar Sürgü di sebelah barat-nya yang terpicu hingga terjadi gempa dengan magnitudo Mw 7,5 dan Mw 6,0.
Akibatnya, dampak yang ditimbulkan memperparah tingkat kerusakan bangunan yang sudah terdampak dan memperluas zona kerusakan akibat gempa.
“Karakteristik zona sesar utama yang dikelilingi oleh sesar-sesar lainnya juga banyak terdapat di Indonesia seperti di zona Sesar Cimandiri, Sesar Semangko, Sesar Palu Koro, Sesar Aceh-Seulimeum, Sesar Kawa dll,” jelasnya.
Dalam kesempatan ini, dia juga memaparkan bahwa Gempa bumi di Turki terjadi di wilayah yang dekat dengan pusat perkotaan dan kota-kota besar di south-central Turki. Gempa terjadi dekat dengan kota-kota besar termasuk di Provinsi Adıyaman, Kilis, Osmaniye, Gaziantep, Malatya, Şanlıurfa, Diyarbakır, Adana, dan Hatay, yang menjadi tempat tinggal bagi populasi 13,5 juta orang. Adapun kerusakan terparah terjadi di kota provinsi Hatay, Kahramanmaras, Gaziantep, Adiyaman, dan Malatya.




