KNews.id – Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Arsjad Rasjid memberikan kode bahwa dirinya tidak akan maju menjadi Ketum Kadin lagi pada musyawarah nasional (munas) selanjutnya.
“Saya sudah banyak, beberapa hal yang bisa saya lakukan,” kata Arsjad saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (4/10/2024). Arsjad mengatakan bahwa dirinya mendukung Anindya Bakrie untuk maju menjadi Ketum Kadin selanjutnya.
“Tapi bahwa kami mendukung Mas Anin untuk jadi ketua umum nanti ke depan, di munas tapi. Kan enggak bisa di saya (keputusannya),” ujar Arsjad. Namun demikian, lanjut Arsjad, siapa yang akan menjadi Ketum Kadin selanjutnya ditentukan melalui voting oleh perwakilan Kadin Daerah dan Anggota Luar Biasa (ALB).
“Sebuah keputusan juga, saya enggak punya suara. Yang punya vote adalah kadin-kadin daerah plus mewakili anggota luar biasa,” kata Arsjad. Arsjad menyebutkan, dirinya sepakat akan menjadi Ketua Dewan Pertimbangan (Wantim) Kadin dan Anindya Bakrie menjadi Ketum Kadin Indonesia pada munas nanti.
Kesepakatan itu diraih usai Arsjad dipertemukan dengan Anindya Bakrie di kediaman Menteri ESDM sekaligus Ketum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, beberapa waktu lalu. Pertemuan itu digelar usai terjadi dualisme Kadin Indonesia.
“Iya betul. Maksudnya gini, Mas Anindya mengatakan bahwa ini kan (Kadin Indonesia) memasang kesatu-kesatuan. Buat saya itu nanti hasil munas,” kata Arsjad.
Diketahui sebelumnya, Kadin Indonesia pimpinan Arsjad berencana mengajukan langkah hukum ke Pengadilan Negeri (PN) untuk membatalkan hasil Munaslub yang memilih Anindya sebagai ketua umum.
“Dokumen sudah cukup, karena itu, kami akan melakukan langkah hukum untuk meminta pembatalan hasil Munaslub ke pengadilan dalam waktu secepat mungkin,” kata Kuasa Hukum Kadin Indonesia, Hamdan Zoelva saat konferensi pers di Kantor Kadin Indonesia lantai 3 Menara Kadin, Jakarta Selatan, Rabu (25/9/2024).
Langkah hukum itu ditempuh untuk memastikan tidak ada dualisme di tubuh Kadin Indonesia. Adapun hasil Munaslub Kadin yang digelar di Hotel St Regis, Jakarta Selatan, Sabtu (14/9/2024), memilih Anindya Bakrie menjadi Ketum Kadin Indonesia melengserkan Arsjad.
Munaslub itu diklaim dihadiri dihadiri perwakilan 21 pengurus Kadin Provinsi dan 25 anggota luar biasa (ALB) Kadin. Pimpinan Munaslub Nurdin Halid mengatakan, penunjukkan Anindya sebagai Ketum Kadin Indonesia telah memenuhi kuorum.
Namun, kubu Arsjad mengatakan bahwa Munaslub tersebut ilegal. Sebab, 21 Kadin Provinsi menolak hasil Munaslub karena tidak sesuai dengan anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) Kadin Indonesia. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta kisruh itu diselesaikan di internal Kadin Indonesia. Jokowi tidak mau ‘bola panas’ diarahkan kepadanya.
(FHD/Kmp)






