Ujang mengatakan, basis massa Anies dan Khofifah lumayan punya modal untuk bisa bersaing. Anies merepresentasikan kelompok Islam modern, sedangkan Khofifah dari sisi tradisional.
“Untungnya ada kombinasi laki-laki perempuan, Anies dianggap kelompok modern dan Khofifah dianggap kelompok NU, NU itu itu dikelompok tradisional, lalu basis massa pendukungnya juga di daerah yang besar yang banyak,” tuturnya.
Peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) Saidiman Ahmad menilai, Anies-Khofifah adalah pasangan yang cukup melengkapi satu sama lain. Menurutnya, sejauh ini basis pendukung Anies adalah Jawa Barat dan beberapa daerah di luar Jawa. Sedangkan, Jawa Tengah dan Timur agak lemah.
“Dengan munculnya Khofifah sebagai wakil, mungkin Anies bisa meningkatkan dukungan di Jawa Timur,” kata Saidiman di Jakarta, Senin (6/2/2023). (Ach/Hrtb)





