spot_img
Selasa, Juli 16, 2024
spot_img

Ahmad Doli : Elektabilitas Ridwan Kamil di Jabar Jauh Lebih Tinggi, Ketimbang di Jakarta

KNews.id – Wakil Ketua Umum Partai Golkar Ahmad Doli Kurnia mengungkapkan eks Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil sebenarnya bersedia maju di Pilkada DKI Jakarta karena berasumsi eks Gubernur Jakarta Anies Baswedan tidak akan maju lagi sebagai calon gubernur.

Sebab, kala itu, Anies merupakan capres nomor urut 1 yang berkontestasi di Pilpres 2024. Walhasil, Ridwan Kamil mendapat dua penugasan dari Golkar, yakni di Pilkada Jakarta dan Pilkada Jabar, “Per hari ini, kalau kemarin kita cek waktu setelah pilpres, waktu itu kan mungkin Ridwan Kamil bersedia karena waktu itu berasumsi bahwa Pak Anies Baswedan tidak akan maju lagi karena sudah jadi capres,” ujar Doli di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (20/6/2024).

- Advertisement -

Lebih jauh, Doli mengungkit pernyataan Ridwan Kamil yang ingin membawa kesuksesan pembangunan Jabar untuk dicoba di Jakarta.  “Nah makanya waktu itu RK juga, ya sudah, prestasi yang sudah dia raih di Jabar, rasa-rasanya, kayaknya, ‘apa yang saya lakukan di Jabar baik, yang selama ini di Jabar itu bisa juga lah kemudian kita coba di Jakarta’.

Makanya waktu itu begitu dibuat dia buat atribut ‘OTW Jakarta’, itu kan ada kejutan juga ya kan. Membuat hentakan juga,” tuturnya. Menurut Doli, saat membuat gebrakan ‘OTW Jakarta’, elektabilitas Ridwan Kamil sempat meningkat di Pilkada Jakarta.

Namun, ketika nama Anies Baswedan dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) muncul di bursa Pilkada Jakarta 2024, elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta merosot. Doli menegaskan elektabilitas Ridwan Kamil di Jabar jauh lebih tinggi ketimbang di Jakarta.

“Di sana approval ratingnya sangat spektakuler, di Jawa Barat itu. Elektabilitasnya paling tinggi dibandingkan dengan jauh dari kader yang lain. Wajar saja kalau di Jakarta, karena pertama kan punya pengalaman Jakarta kan memang belum pernah.

- Advertisement -

Kalau Pak Anies kan sudah pernah jadi gubernur, Pak Basuki Tjahaja Purnama kan juga jadi gubernur,” jelas Doli. Sementara itu, Doli menekankan alasan itulah yang membuat Golkar belum memberi lampu hijau untuk Ridwan Kamil maju di Jakarta.

PAN Bakal Bahas Lagi Pencalonannya di Pilkada Jakarta Dia menyebut masih ada waktu sampai Agustus 2024 untuk meningkatkan elektabilitas Ridwan Kamil di Jakarta.

“Makanya lah kesepakatan antara Pak Airlangga dengan pimpinan partai politik lain kita tunggu sampai akhir Juli atau awal Agustus, kita lihat karena mungkin ada beberapa survei,” katanya.

“Mana tahu gerakan yang dilakukan Pak Ridwan Kamil misalnya di Jakarta menambah keterimaan masyarakat Jakarta. Kan kita enggak tahu apa yang terjadi seminggu, dua minggu, tiga minggu, atau dua bulan yang akan datang,” imbuh Doli.

(Zs/Kmp)

Berita Lainnya

Direkomendasikan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti

Terpopuler

Terkini