Oleh: Sutoyo Abadi (Koordinator Kajian Politik Merah Putih)
KNews.id- Dekrit harus dimulai dgn kekacauan perang dan kerusuhan massa. Dukungan Presiden hanya akan terjadi harus ditodong dengan paksa. Tentara harus satu barisan dengan rakyat (Kivlan Zen). Dr Refly Harun tak ada yg dengan cara normal, selalu didahului situasi revolusioner. (Refly Harun).
Ide dekrit terkoordinasi sepanjang pendekatan hanya dengan lobi dengan kekuasaan yang sedang menikmati kekuasaannya, itu omong kosong. Sama dengan harapan dekrit meminta MPR mencabut semua hasil amandemen itu mimpi.
Muncul istilah dekrit terkordinasi sayup-sayup direspon oleh istana dengan barter perpanjangan masa jabatan ujungnya mereka akan bermain adendum psl. 7 UUD 45 skenario untuk bisa terpilih kembali melalui MPR.
Upaya perpanjangan masa jabatan presiden bukan merupakan deal politik, tetapi karena di belakangnya ada kekuatan uang oligarki yang dapat mengatur dan menguasai parlemen (Rizal Ramli).





