spot_img

Bjorka Vs Pemerintah Idiot

Oleh: Furqan Jurdi (Ketua Pemuda Madani)

KNews.id- Serangan siber kian beringas terhadap situs-situs penting pemerintah, termasuk data-data rahasia Presiden. Terhadap serangan itu Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Jhony G Plate meminta Hacker untuk tidak menyerang Pemerintah. Hacker Bjorka membalas Jhony dengan mengirim pesan kepada pemerintah: “My Message to Indonesian Goverment: Stop being an idiot”…

- Advertisement -

Secara terminologi idiot adalah tidak memiliki kemampuan profesional dalam bidang yang dikerjakannya. Menjadi idiot di pemerintah juga pilihan, bisa dipilih sendiri, ditunjuk maupun dipilih secara langsung oleh banyak orang. Semua itu bisa menghasilkan pemerintahan yang idiot.

Misalnya, kalau ada orang yang mau jadi presiden lalu dia mencalonkan diri sebagai presiden, padahal kemampuannya hanya cocok untuk menjadi ketua RT atau Lurah itu namanya idiot.

- Advertisement -

Begitupun kalau ada orang yang ditunjuk untuk mengembang tugas dan tanggungjawab, dia ditunjuk dalam bidang yang dia tidak tau, namun dia menerimanya, itu juga idiot.

Hasilnya ketika dia menjalankan tugas dan tanggungjawab, dia tidak memiliki kemampuan profesional atau pribadi, sehingga tugas dan tanggungjawab itu terbengkalai, gagal dan sebagainya.

Mungkin melihat orang yang memerintah Indonesia tapi tidak memiliki kemampuan profesional dan individual itulah Bjorka memberikan julukan “Idiot” bagi pemerintah Indonesia dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo.

Entah Bjorka ini siapa, tapi dia sepertinya mengetahui para elit politik di Republik Ini. Selain mengetahui ia mengerti bahwa yang memerintah Indonesia adalah orang lemah.  Dan dia menjadikan pemerintah sebagai bahan olok-olok.

Selain mengolok-olok, Bjorka mengklaim  memiliki data 1,3 miliar pelanggan seluler. Rakyat kemudian merasa tidak aman, dan memprotes lemahnya sistem keamanan cyber pemerintah.

Ditengah tuntutan masyarakat membicarakan kebocoran Data itu, justru Bjorka membobol situs-situs pemerintah. Dan pemerintah sendiri justru seperti yang dikatakan Bjorka “idiot”. Pemerintah menyuruh masyarakat menjadi NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan sering mengganti Password. Ini udah idiot dungu lagi.

- Advertisement -

Operasi Bjorka tidak berhenti, Hacker ini justru membocorkan data pribadi Menteri Jokowi. Bahkan data rahasia yang berisi perintah dan surat presiden kepada Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) bocor juga.

Termasuk data Buzzer yang cari makan dengan memfitnah dan mengadu domba. Buzzer kata Bjorka telah hidup dari uang pajak rakyat. Artinya mereka dibiayai dari APBN hanya untuk memfitnah. Buzzer dibiayai dengan APBN ini memang bukan lagi menjadi rahasia umum, karena ICW pada 2020 lalu mengungkapkan kalau buzzer Makan Uang Negara Rp90,45 Miliar.

Kebocoran data ini bagi saya sudah banyak, cuman yang disebar hanya beberapa saja dan itu hanya bagian kecil dari data yang sudah diambil oleh hacker ini. Mereka membocorkan sedikit data itu hanya untuk memperingatkan bahwa negara ini tidak memiliki sistem keamanan yang baik.

Akhirnya kita saksikan, bahwa setiap hari data-data orang diperlihatkan secara terbuka dihadapan publik. Sementara Menkominfo tidak memiliki rasa bersalah apalagi rasa malu melihat ketidakmampuannya melindungi data warga Indonesia. Bahkan ketika data dirinya dibocorkan dia diam seribu bahasa.  Justru yang terlihat adalah saling lempar tanggung jawab antara Menkominfo dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Keduanya saling menyalahkan.

Sebenarnya kedua institusi ini sama-sama salah, kalau meminjam istilah Bjorka keduanya sama-sama idiot. Setiap orang idiot hanya mencari kambing hitam, tidak pernah ingin memperbaiki diri atau memiliki perasaan tidak mampu lalu mengundurkan diri.

Maka sudah sepantasnya kita melihat keruskaan, kebocoran, krisis dan berbagaimacam kesulitan yang kita hadapi ini, akibat pemerintahan dipegang oleh orang-orang idiot.

Sepertinya bjorka sangat kesal dan melihat semua persoalan politik, ekonomi, hukum dan persoalan lainnya yang terjadi di Indonesia. Hingga ketika semua mahasiswa dan rakyat bergerak menuntut batalkan kenaikan BBM, Bjorka juga mulai bergerak di dunia maya. Bjorka telah mewarning pemerintah Indonesia dan dia dengan secara gamblang beroidato di Twitternya. Apa kata Bjorka?.

“Ini adalah era baru untuk berdemo dengan cara berbeda. Tidak ada yang akan berubah jika orang bodoh masih diberi kekuatan yang sangat besar. Pemimpin tertinggi dalam teknologi harus ditugaskan kepada seseorang yang mengerti, bukan  politisi dan bukan seseorang angkatan bersenjata. Karena mereka hanya orang-orang bodoh.” Ini petikan pesan Bjorka yang dimuat CNNIndonesia.

Pesan Bjorka ini mempunyai makna secara yang dalam. Dia mengingatkan bahwa kekuasaan di Indonesia sedang dipegang oleh orang yang bodoh, kedua jangan beri idiot tugas dan tanggungjawab di pemerintahan, berikan kepada ahlinya.

Bjorka telah menjadi kekuatan baru dalam pergerakan dunia maya. Dia telah mengacaukan pikiran kekuasaan disaat demonstrasi besar-besaran terjadi. Seperti kata Syahganda Nainggolan dalam “Bjorka dan Revolusi” (Rmol.co, 12/9/2022) Bjorka adalah kekuatan baru dalam dunia “Big Data dan Internet of Things”, yang mampu melakukan revolusi melalui dunia maya, maka kita tentu akan sunguh-sungguh masuk pada era baru.

Sebagai penutup, saya ingin mengingatkan kepada kita semua, bahwa Sekelas Hacker telah mampu meluluhlantahkan sistem keamanan cyber pemerintah. Apalagi kalau sudah masuk dalam perang cyber antar negara, kita pasti akan hancur berantakan dalam data dan informasi.

Kita melihat, Hacker Bjorka ini menari untuk para idiot sambil mengejeknya. Dan para idiot tidak pernah merasa bersalah atau sedikit khawatir, justru semakin jumawa. Ketahuilah pemerintah kalau semakin jumawa akan segera berakhir dengan kejatuhannya. Sekian. (AHM)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini