KNews.id – Jakarta – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia membantah keras tuduhan yang menghubungkan dirinya dengan dugaan penyadapan ilegal terhadap Presiden Prabowo Subianto.
Tak sekadar memberikan bantahan, Bahlil menyatakan kesiapannya mengambil langkah hukum terhadap pihak-pihak yang menyebarluaskan informasi tersebut tanpa disertai bukti. Ia menilai tuduhan yang menyeret namanya merupakan persoalan serius karena berpotensi merusak reputasi pribadi sekaligus kehormatan partai yang dipimpinnya.
Bahlil mengungkapkan, dirinya baru mengetahui namanya menjadi perbincangan setelah tiba dari penerbangan pagi. Dalam informasi yang beredar, ia disebut sebagai ketua umum partai politik yang mengadakan pertemuan dengan sejumlah jenderal kepolisian sekitar tiga jam sebelum mereka diamankan.
“Dan saya memberikan kepada tadi itu ada senior saya juga, senior saya yang merasa paling pintar bicara, ya sering pakai kacamata orangnya, di podcast. Ya saya bilang kalau memang itu dinyatakan bahwa diduga saya, buktikan! Kalau tidak, saya akan somasi! Kalau tidak, saya akan proses secara hukum! Karena ini berbahaya,” katanya.
Bahlil menegaskan, langkah hukum bukan sekadar ancaman. Ia menyatakan akan segera melayangkan somasi kepada pihak-pihak yang dinilai telah menyebarkan tuduhan tersebut. Kesempatan selama 3 x 24 jam akan diberikan sebelum perkara dilanjutkan melalui mekanisme hukum.






