spot_img

Gagal Lagi Raih Nobel Perdamaian, Trump Murka dan Kecam Norwegia

KNews.id – Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump meluapkan kekesalannya usai kembali gagal memboyong penghargaan Nobel Perdamaian. Tahun ini, Nobel Perdamaian diberikan kepada Navi Pillay.

Navi Pillay merupakan mantan hakim Mahkamah Pidana Internasional (ICC) yang memimpin laporan PBB terkait dugaan kejahatan genosida oleh Israel di Gaza.

- Advertisement -

Amarah Trump meledak beberapa jam setelah Komite Nobel mengumumkan pemenang. Ia melontarkan kecaman keras terhadap Norwegia selaku tuan rumah Komite Nobel, dan menyebut keputusan panitia menorehkan noda yang tidak bisa dihapus.

Saat berbicara di hadapan pendukungnya dalam reli kampanye di Syracuse, New York, pada Jumat (9/10), Trump secara terbuka menyerang sosok Pillay dan mengaku tidak mengenalnya.

- Advertisement -

“Saya tidak pernah mendengar nama orang itu. Tidak ada satu orang pun yang kenal,” ujar Trump meluapkan kekesalannya di atas panggung seperti diberitakan Reuters.

Kekecewaan tersebut memperpanjang deretan keluhan Trump yang kerap menyuarakan rasa ketidakpuasannya setiap kali gagal menyabet penghargaan bergengsi tersebut sepanjang masa jabatannya.

“Ini adalah noda yang tak terhapuskan bagi negara Norwegia dan orang-orang yang telah membuat keputusan yang sangat memalukan serta memuakkan tersebut,” kata Trump.

Trump kemudian mengklaim dirinya memiliki andil besar dalam meredakan berbagai konflik dunia.

Peraih Nobel 2026
Ilmuwan Belgia Francis Halzen Raih Penghargaan Nobel Fisika 2026
Kagan dan Soai Raih Nobel Kimia 2026 Berkat Riset Molekul Kiri-Kanan
Penyair Anne Carson Jadi Peraih Nobel Sastra 2026
Ia mengklaim berhasil mencegah pecahnya perang besar di beberapa kawasan, seperti antara Korea Utara dan Korea Selatan, Jepang dengan Korea Utara, hingga ketegangan antara China dan Taiwan.

Namun, ia sama sekali tidak menyertakan bukti pendukung atas klaim-klaim tersebut.

- Advertisement -

Atas keputusan tersebut, Trump menilai kredibilitas penghargaan Nobel Perdamaian kini telah hancur akibat ulah segelintir pihak di dalam komite.

“Hadiah Nobel Perdamaian telah mendapati kredibilitasnya hancur selamanya oleh segelintir ideolog radikal yang anti-demokrasi dan sungguh merupakan musuh peradaban. Dan kami tidak akan melupakan ini, Norwegia,” pungkasnya.

Respons tahun ini memperpanjang deretan rekam jejak klaim Trump yang tak pernah usai setiap kali ia diabaikan oleh Komite Nobel.

Pada edisi Nobel Perdamaian 2025 lalu, Trump juga menyatakan pantas mendapatkan itu meski banyak pihak yang menolak klaim tersebut.

Kala itu, Trump berulang kali mengungkit klaim bahwa dirinya paling berjasa menghentikan berbagai potensi konflik global selama masa kepemimpinannya, namun terus-menerus dilewati oleh komite yang ia tuduh berprasangka politik.

Nobel perdamaian akhirnya jatuh ke Maria Corina Machado. Kebetulan, politikus oposisi Venezuela ini adalah sekutu Trump dan sama-sama bermusuhan dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.

(NS/CNN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini