spot_img

Korut Tegaskan Tak Akan Lucuti Nuklir, Kim Yo Jong: Cuma Orang Bodoh yang Percaya

KNews.id – Jakarta – Kim Yo Jong, adik pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong Un, mengatakan bahwa hanya “orang-orang bodoh” yang mengira Korut akan melepaskan senjata nuklir. Kim Yo Jong menegaskan status Korut sebagai pemilik senjata nuklir adalah hal yang “mutlak”.

Korut telah secara resmi menetapkan statusnya sebagai negara pemilik senjata nuklir melalui undang-undang. Para pemimpin negara terisolasi tersebut mendeklarasikan bahwa persenjataan nuklir Pyongyang bersifat permanen dan tidak dapat diubah.

- Advertisement -

Dalam pernyataan yang dirilis saat Badan Energi Atom Internasional (IAEA) menggelar konferensi di Wina, Austria, seperti dilansir AFP, Kamis (17/9/2026), Kim Yo Jong menyebut bahwa “omong kosong yang sudah tidak asing lagi” mengenai upaya denuklirisasi Korut memang sudah diduga sebelumnya.

“Posisi DPRK sebagai negara pemilik senjata nuklir adalah mutlak dan tidak dapat diubah oleh apa pun,” tegas Kim Yo Jong dalam pernyataan yang dilaporkan kantor berita Korut, Korean Central News Agency (KCNA). Dia menggunakan nama lengkap Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

- Advertisement -

“Jika mereka meyakini hal itu (denuklirisasi-red) benar-benar mungkin terjadi, maka mereka hanya akan mendengarkan perkataan orang-orang bodoh,” sebutnya.

“Terlepas dari bagaimana kekuatan-kekuatan yang memusuhi berusaha menyangkalnya secara retorik, kenyataan bahwa status nuklir DPRK telah ditetapkan secara permanen, baik secara fisik maupun hukum, tidak akan berubah sedikit pun,” ucap Kim Yo Jong dalam pernyataannya,

Pada Agustus lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa Pyongyang memiliki sebanyak 57 senjata nuklir yang “sangat kuat”. Sedangkan Korea Selatan (Korsel) memperkirakan jumlah hulu ledak nuklir Korut mencapai antara 80-120 unit.

Kim Yo Jong menambahkan bahwa persenjataan nuklir Korut “memberikan kontribusi signifikan dalam mencegah tindakan keterlaluan” dari pihak-pihak tak beraturan di dunia internasional.

Otoritas Seoul mencermati pernyataan terbaru Kim Yo Jong itu karena disampaikan di tengah rencana pertemuan terbaru antara Trump dan Kim Jong Un. Seorang pejabat Kementerian Unifikasi Korsel mengatakan bahwa pernyataan itu patut diperhatikan mengingat waktu penyampaiannya.

“Kami mencermati pernyataan Kim Yo Jong, karena hal itu disampaikan saat Presiden AS Donald Trump baru-baru ini menyatakan kesediaannya untuk menjalin dialog dengan Korea Utara,” ujar pejabat Seoul tersebut.

- Advertisement -

Trump telah berulang kali menyatakan keinginan untuk melanjutkan dialog dengan Kim Jong Un. Bulan lalu, Trump mengatakan bahwa dirinya berencana untuk bertemu dengan pemimpin Korut itu pada akhir tahun ini.

Kedua pemimpin itu sudah tiga kali bertemu selama masa jabatan pertama Trump. Namun upaya diplomasi terhenti setelah pertemuan puncak di Hanoi, Vietnam, tahun 2019 lalu gagal menghasilkan kesepakatan mengenai pelonggaran sanksi dan apa yang ditawarkan Pyongyang untuk imbalan atas denuklirisasi.

Korut telah memperluas persenjataan nuklirnya sejak pertemuan yang gagal tersebut.

(RD/DTN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini