KNews.id – Jakarta – Keputusan Presiden Prabowo Subianto melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih dengan mencopot Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai penggantinya, mendapat respons positif dari kalangan akademisi.
Pergantian tersebut juga tidak menimbulkan gejolak berarti di pasar. Di tengah pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang dinamis, indeks sektor keuangan dan sejumlah saham perbankan besar justru bergerak menguat.
Guru Besar Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Prof. Marihot Manullang, menilai keputusan Presiden Prabowo menunjukkan ketegasan sekaligus responsivitas dalam menjaga efektivitas pemerintahan.
Menurut Prof. Marihot, Menkeu merupakan salah satu posisi strategis yang memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan fiskal, stabilitas ekonomi, kepercayaan pasar, dan persepsi publik. Karena itu, pergantian pada posisi tersebut membutuhkan keberanian sekaligus pertimbangan yang matang.
“Reshuffle pada posisi Menteri Keuangan sebagai bentuk ketegasan kepemimpinan yang patut mendapatkan penghormatan,” kata Prof. Marihot dalam keterangan tertulisnya, Rabu 16 September 2026.
Menurut Prof. Marihot, reshuffle pada level strategis seperti Menkeu bukan keputusan yang bisa diambil dengan mudah.
Ia menilai keputusan tersebut juga relevan dilihat dari perspektif manajemen strategi. Menurutnya, pemimpin yang efektif bukan hanya mampu mempertahankan stabilitas, tetapi juga harus berani melakukan penyesuaian ketika organisasi membutuhkan penguatan.
“Presiden Prabowo memperlihatkan bahwa beliau membaca dinamika dengan seksama, dan ketika penyesuaian diperlukan, beliau bergerak tanpa keraguan,” kata Prof. Marihot.
Gambaran tersebut turut tercermin dalam perdagangan saham pada hari pelantikan, Senin 14 September 2026, Meski IHSG ditutup melemah tipis 0,10 persen, indeks sektor keuangan justru menguat 0,55 persen. Penguatan juga terlihat pada sejumlah saham perbankan besar.
Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BBRI tercatat menguat 3,98 persen. Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI naik 3,20 persen, sedangkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk atau BMRI menguat 1,83 persen. Saham PT Bank Central Asia Tbk atau BBCA juga tercatat naik 2,77 persen.
Pergerakan tersebut menjadi salah satu indikator bahwa pergantian Menkeu miliki respon positif di saham sektor keuangan.






