spot_img

Literasi Dana Pensiun Baru 22,21%, Jauh di Bawah Literasi Keuangan Nasional

KNews.id – Jakarta – Hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 mencatat, tingkat literasi sektor sektor dana pensiun mencapai 22,21%, sedangkan inklusinya 5,10%. Angkanya terbilang masih jauh tertinggal dari tingkat literasi keuangan nasional yang mencapai 69,57%, serta tingkat inklusi keuangan 93,61%.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memahami bahwa rendahnya literasi dan inklusi dana pensiun menjadi pekerjaan rumah yang mesti dilakukan bersama stakeholder lain. Mengenai hal itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi tak memungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang belum memiliki dana pensiun saat ini.

- Advertisement -

Guna mengurangi gap, dia bilang OJK bersama pihak lain mengedepankan fokus saat ini dalam memberikan pemahaman atau sosialisasi yang masif kepada masyarakat terkait dana pensiun. Dengan demikian, diharapkan litrasi dan inklusi dana pensiun bisa meningkat ke depannya, serta bisa membangun ketahanan finansial masyarakat pada masa pensiun.

“Masyarakat masih banyak yang belum memiliki dana pensiun atau masih banyak yang belum mempersiapkan dana pensiunnya dari sekarang. Oleh karena itu, perlu disosialisasikan bahwa dana pensiun itu harus disiapkan, bahkan sejak pertama orang mulai bekerja,” ungkapnya seusai acara Kick-off Bulan Dana Pensiun 2026 di kawasan Jakarta Selatan, Minggu (6/9/2026).

- Advertisement -

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawasan Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono mengatakan penguatan dana pensiun membutuhkan peningkatan replacement ratio atau rasio penggantian pendapatan untuk pensiun pada seluruh pilar sistem pensiun melalui kerja sama antarpemangku kepentingan.

“Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara program pensiun wajib, program bagi Aparatur Sipil Negara, serta anggota TNI dan Polri, dan program pensiun sukarela melalui Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK) dan Dnaa Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK). Perluasan kepesertaan, kecukupan dan kesinambungan iuran, serta pengelolaan investasi yang prudent harus dilakukan secara bersama-sama,” kata Ogi.

Menurutogi, persiapan pensiun makin penting karena masyarakat tetap menghadapi biaya hidup yang tinggi pada usia lanjut, khususnya biaya kesehatan, perawatan jangka panjang, tempat tinggal, dan kebutuhan sehari-hari yang terus dipengaruhi inflasi. Dengan demikian, dana yang terkumpul perlu dikelola untuk menghasilkan pendapatan yang memadai dan berkelanjutan.

Deputi Komisioner Bidang Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Iwan Pasila mengatakan salah satu upaya untuk meningkatkan literasi dan inklusi dana pensiun dilakukan melalui Bulan Dana Pensiun.

Lewat agenda tersebut, Iwan bilang pihaknya bertujuan untuk memperkenalkan bahwa sebenarnya dana pensiun itu suatu kebutuhan, sehingga diharapkan masyarakat dapat memperoleh kesiapan finansial ketika memasuk masa pensiun.

“Orang yang bekerja pasti harusnya akan ada satu titik mereka pensiun. Ketika memasuki waktu pensiun itu diharapkan hidupnya panjang. Namun, ada kondisi orang tersebut sakit dan lainnya, sehingga perlu ditopang juga kesehatan finansial yang lebih baik,” ungkap Ogi.

- Advertisement -

Sebagai informasi, dalam agenda Bulan Dana Pensiun yang dilakukan dalam satu bulan, para penyelenggara program pensiun akan melaksanakan lebih dari 104 kegiatan literasi dan inklusi di berbagai daerah. Kegiatan tersebut meliputi edukasi, seminar, webinar, konsultasi perencanaan pensiun, kampanye digital, serta program perluasan kepesertaan yang menargetkan pekerja formal dan informal, hingga generasi muda.

Terkait kinerja, OJK mencatat, total aset dana pensiun per Juni 2026 tumbuh sebesar 6,47% Year on Year (YoY), dengan nilai mencapai Rp 1.680,57 triliun. Untuk program pensiun sukarela, total aset mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,06% YoY, dengan nilai mencapai Rp 407,33 triliun.

Untuk program pensiun wajib, yang terdiri dari program jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, serta program tabungan hari tua dan akumulasi iuran pensiun, ASN, TNI, dan POLRI, total aset mencapai Rp 1.273,24 triliun atau tumbuh sebesar 7,26% YoY.

(NS/KON)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini