spot_img

Singapura Persingkat Khutbah Jumat di Tengah Cuaca Panas dan Kabut Asap Karhutla RI

KNews.id – Jakarta – Dewan Agama Islam Singapura (MUIS) memutuskan mempersingkat durasi khutbah Salat Jumat mulai pekan ini menyusul cuaca panas dan tebalnya kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dalam pernyataan di media sosial, MUIS menyebut keputusan ini diambil guna memberikan rasa nyaman bagi para jemaah muslim dalam beribadah.

- Advertisement -

“Mulai pekan ini, sesi khutbah Jumat akan dipersingkat untuk membantu menjaga kenyamanan jemaah selama kondisi cuaca yang menantang ini,” demikian pernyataan MUIS, seperti dikutip The Star.

Khutbah Salat Jumat selama beberapa waktu ke depan akan dipotong menjadi kurang dari empat halaman dari yang biasanya enam hingga tujuh halaman.

- Advertisement -

“Semoga langkah ini akan memudahkan para jemaah untuk berkumpul, beribadah, dan tetap merasa nyaman dalam kondisi cuaca yang menantang ini,” demikian pernyataan MUIS.

Khutbah Salat Jumat ditulis oleh Kantor Mufti di MUIS di bawah bimbingan mufti. Mufti adalah otoritas Islam tertinggi di Singapura, yang mengawasi fatwa-fatwa keagamaan penting bagi umat Muslim di Negeri Singa.

Khutbah salat Jumat disampaikan pada waktu salat Zuhur, yang untuk bulan Agustus berlangsung setelah pukul 13.00 siang waktu setempat. Di Singapura, suhu maksimum harian pada paruh kedua bulan Agustus 2026 diperkirakan mencapai 33-34 derajat Celsius.

Singapura menjadi salah satu negara selain Malaysia yang rentan terimbas kabut asap karhutla Indonesia. Titik-titik panas dengan kepulan asap telah terdeteksi di Sumatra bagian selatan dan tengah, serta berbagai wilayah Kalimantan, Indonesia.

Asap karhutla RI dapat menyelimuti Singapura jika kebakaran memburuk. Sejumlah wilayah Malaysia saat ini bahkan sudah terdampak, dengan tujuh wilayah mencatat polusi udara nyaris amat parah pada Minggu (23/8) pagi.

(RD/CNN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini