KNews.id – Jakarta – Australia mengonfirmasi kasus pertama flu burung H5N1 pada mamalia, hari ini, Minggu (23/8/2026). Konfirmasi ini dilakukan setelah virus mematikan tersebut ditemukan pada seekor anjing laut berbulu berhidung panjang (long-nosed fur seal) di negara bagian Australia Selatan.
Dikutip dari Reuters, Australia tengah menghadapi peningkatan kasus flu burung patogenik tinggi (highly pathogenic avian influenza/HPAI) sejak virus tersebut terdeteksi di negara itu pada Juni lalu.
Otoritas Australia Selatan mengonfirmasi temuan pertama virus tersebut pada mamalia di wilayah negara tersebut. Anjing laut itu ditemukan di kota pesisir Beachport, sekitar 310 kilometer di selatan Adelaide, ibu kota negara bagian Australia Selatan.
Menurut otoritas setempat, anjing laut yang ditemukan mati tersebut merupakan bagian dari populasi yang diperkirakan mencapai 100.000 ekor di perairan negara bagian tersebut. Tidak ditemukan tanda-tanda cedera pada bangkai hewan tersebut.
Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, mengatakan kematian anjing laut itu tidak tampak berkaitan dengan adanya mamalia laut lain yang sakit atau mati di wilayah tersebut.
“Kematian ini tampaknya tidak berkaitan dengan mamalia laut lain yang sakit atau mati,” kata Collins dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Ia menambahkan, setelah flu burung H5 menyebar di lingkungan alami, kerugian dalam jumlah besar sulit untuk dihindari.
Menurut otoritas setempat, anjing laut yang ditemukan mati tersebut merupakan bagian dari populasi yang diperkirakan mencapai 100.000 ekor di perairan negara bagian tersebut. Tidak ditemukan tanda-tanda cedera pada bangkai hewan tersebut.
Menteri Pertanian Australia, Julie Collins, mengatakan kematian anjing laut itu tidak tampak berkaitan dengan adanya mamalia laut lain yang sakit atau mati di wilayah tersebut.
“Kematian ini tampaknya tidak berkaitan dengan mamalia laut lain yang sakit atau mati,” kata Collins dalam pernyataan yang disiarkan televisi.
Ia menambahkan, setelah flu burung H5 menyebar di lingkungan alami, kerugian dalam jumlah besar sulit untuk dihindari.






