spot_img

Microsoft Kenalkan AI “Satpam Digital” untuk Cegah Peretasan dan Celah Keamanan

KNews.id – Jakarta – Beberapa waktu lalu, dunia teknologi dihebohkan dengan insiden keamanan siber yang melibatkan dua model AI tercanggih OpenAI.

Kedua model AI itu berhasil “kabur” dari lingkungan pengujian, lalu meretas platform Hugging Face. Belum lama setelah kejadian itu, Microsoft memperkenalkan serangkaian teknologi keamanan berbasis AI yang dirancang untuk menutup celah serupa.

- Advertisement -

Tools AI tersebut adalah Microsoft AI-Cyber-1-Flash atau MAI-Cyber-1 Flash, yaitu model AI pertama perusahaan yang secara khusus dilatih untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kekurangan keamanan software.

Meski tidak secara langsung menyebut insiden OpenAI, pengumuman Microsoft dinilai hadir di tengah meningkatnya kekhawatiran bahwa agen AI (AI agents) yang semakin canggih dapat bertindak di luar kendali jika memanfaatkan celah keamanan yang ada.

- Advertisement -

Berbeda dengan AI yang bertugas membuat konten atau menjawab pertanyaan, AI baru buatan Microsoft ini difokuskan sebagai “satpam digital”.

“Satpam” di sini bukan bertugas untuk mengejar AI yang telanjur kabur seperti kejadian OpenAI kemarin.

Tools AI baru Microsoft ini bertugas untuk mencari, menguji, dan membantu menutup celah keamanan sebelum dimanfaatkan oleh AI lain maupun peretas.

MAI-Cyber-1 Flash

MAI-Cyber-1 Flash dibangun di atas platform MAI-Thinking-1 milik perusahaan. Microsoft mengeklaim model AI ini dikembangkan menggunakan data kualitas tinggi, hasil pengalaman Microsoft selama puluhan tahun dalam menangani insiden keamanan serta memperbaiki celah keamanan di berbagai produknya.

Lebih rinci, model AI itu dilatih dengan lebih dari satu triliun sinyal keamanan setiap hari yang berasal dari sekitar 1,6 juta pelanggan di seluruh dunia.

“Karena kami dapat menghubungkan tindakan dengan hasil, apa yang bisa dieksploitasi, apa yang berhasil diatasi, apa yang diblokir dan apa yang benar-benar berhasil. Kami punya lebih dari sekadar data,” kata Microsoft.

- Advertisement -

MAI-Cyber-1 Flash juga diintegrasikan dengan platform MDASH (Multi-model Agentic Scanning Harness), sistem pemindaian keamanan yang diperkenalkan Microsoft pada Mei 2026 lalu.

Platform ini menggabungkan sekitar 100 agen AI yang bekerja sama untuk mencari bug atau celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan peretas. Menurut Microsoft, kombinasi MAI-Cyber-1 Flash dan MDASH memperoleh skor 96 persen pada pengujian standar CyberGYM.

Nilai tersebut diklaim lebih tinggi dibanding model keamanan siber berbasis AI milik Anthropic, Google, maupun OpenAI. Microsoft juga mengatakan biaya operasional MDASH versi terbaru hanya sekitar setengah dari versi sebelumnya.

Project Perception

Selain MAI-Cyber-1 Flash, Microsoft juga memperkenalkan Project Perception, platform yang memanfaatkan sejumlah agen AI dengan tugas berbeda dalam proses keamanan siber.

Platform ini terdiri dari agen AI yang berperan sebagai red team untuk mencari celah keamanan, blue team untuk menyelidiki tingkat risiko, serta green team yang bertugas memberikan rekomendasi atau menjalankan tindakan perbaikan.

Project Perception dapat memilih model AI yang paling sesuai untuk setiap tugas berdasarkan efektivitas dan biaya penggunaan. Perusahaan mengeklaim platform ini mampu menangani sekitar 90 persen tugas keamanan siber dengan biaya lebih rendah dibanding solusi serupa dari kompetitor.

Untuk tugas yang lebih kompleks, pengguna masih dapat memanfaatkan model AI lain yang dinilai lebih sesuai. Rangkaian tools AI ini dihadirkan sebagai respons Microsoft dalam menghadapi pergeseran cara organisasi dalam mengamankan jaringan mereka dari peretasan.

Apalagi, AI dinilai memungkinkan penjahat siber melancarkan serangan dengan kecepatan dan skala yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Akibatnya, tim keamanan kini harus mengelola volume data yang semakin besar sekaligus merespons ancaman dengan lebih cepat.

“Tim keamanan seringkali dipaksa untuk menyusun sinyal, konteks dan insight risiko di antara sejumlah besar data, sehingga kian sulit mengikuti perkembangan ancaman yang muncul,” ujar Microsoft.

Adapun MAI-Cyber-1 Flash dan Project Perception masih tersedia dalam versi preview, sehingga belum dirilis secara umum untuk seluruh pelanggan, dihimpun KompasTekno dari Ars Technica.

(RD/KPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini