KNews.id – Jakarta – Militer Amerika Serikat telah menembaki dan melumpuhkan sebuah kapal tanker di Teluk Oman, yang mencoba menghindari blokade Amerika di pelabuhan Iran.
“Kami melumpuhkan kapal tanker tersebut setelah awak kapal mencoba menerobos blokade setidaknya empat kali sebelumnya,” kata Kapten Angkatan Laut Tim Hawkins, juru bicara Komando Pusat AS, seperti dikutip kantor berita AFP, Sabtu (25/7/2026). Kapal tersebut adalah kapal tanker M/T Lavine berbendera Komoro.
“Awak kapal telah berulang kali diperingatkan, tetapi tidak mematuhi, dan pasukan AS di lokasi kejadian melumpuhkan kapal tersebut setelah menembaki ruang mesinnya,” ujar Hawkins. “Kapal tersebut tidak lagi transit ke Iran,” imbuhnya.
Ini adalah kapal komersial kedua yang dilumpuhkan sejak militer AS memberlakukan kembali blokade.
AS dan Iran tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti dari konflik mereka setelah 13 malam berturut-turut terjadi serangan. Dengan pertempuran yang kembali berkobar dan diplomasi yang tidak pasti, kedua pihak melakukan langkah-langkah yang menunjukkan kemungkinan eskalasi.
Kedutaan Besar AS di Timur Tengah mulai memperingatkan warga Amerika di wilayah tersebut, bahwa pilihan untuk pergi mungkin menjadi lebih terbatas. Sementara Garda Revolusi Iran menyerukan penduduk negara-negara tetangga untuk menjauhi pangkalan-pangkalan militer yang ditempati pasukan AS.
Sebelumnya pada hari Jumat, Presiden AS Donald Trump bertemu dengan para pembantu keamanan nasional untuk membahas situasi tentang Iran dan apakah pemerintah AS akan meningkatkan serangan militer. Belum jelas apakah ada keputusan yang dibuat dalam pertemuan tersebut, yang sebelumnya dilaporkan oleh The New York Times. Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar.
Dalam sebuah acara di Ruang Oval, Gedung Putih pada hari Jumat (24/7), Trump menggambarkan negosiasi dengan Iran sebagai “sejauh ini yang paling serius yang pernah kita lihat.” Trump menambahkan bahwa ia “tidak terburu-buru” untuk mengakhiri perang.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi bersumpah bahwa Iran “tidak akan tunduk pada intimidasi AS dan tidak akan menyerah pada tekanan.”





