spot_img

Robot Humanoid China Sukses Jalani Operasi Bedah pada Hewan Hidup

KNews.id – Jakarta – Selama ini robot humanoid lebih sering dikenal karena kemampuannya yang bisa berlari, menari, atau membantu pekerjaan di pabrik. Namun kini, pemanfaatannya mulai diperluas. Tidak lagi identik dengan pekerjaan industri, robot humanoid dipakai untuk ranah yang jauh lebih kompleks, yakni ruang operasi.

Yang menarik, robot tersebut bukan berasal dari perusahaan teknologi kesehatan ternama, melainkan robot humanoid serbaguna (general-purpose humanoid) buatan China, Unitree G1. Dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Nature, robot Unitree G1 dinyatakan berhasil membantu melakukan operasi invasif minimal pada hewan hidup.

- Advertisement -

Pencapaian ini diklaim menjadi demonstrasi praklinis pertama di dunia yang menunjukkan robot humanoid serbaguna mampu menyelesaikan prosedur bedah pada mahkluk hidup.

Penelitian dilakukan oleh tim dari University of California San Diego (UC San Diego) yang menggunakan dua robot Unitree G1. Kedua robot itu dipakai untuk melakukan dua prosedur operasi pengangkatan kantong empedu (laparoskopi) pada babi hidup.

- Advertisement -

Meski melakukan operasi, robot Unitree G1 tidak bekerja secara mandiri. Seluruh gerakan dikendalikan oleh ahli bedah melalui sistem teleoperasi yang meniru gerakan tangan operator menjadi gerakan robot secara presisi dari jarak jauh. Adapun pada salah satu prosedur, satu robot disebut bekerja sama bersama seorang ahli manusia. Sementara pada percobaan lainnya, dua robot humanoid bekerja sama menyelesaikan operasi.

Bukan robot bedah khusus

Seperti disebutkan di atas, yang membuat penelitian ini menarik yaitu bukan hanya karena robot berhasil membantu operasi, tetapi juga dari jenis robot yang digunakan. Selama ini, operasi yang dibantu oleh robot identik dengan sistem bedah khusus seperti da Vinci Surgical System.

Robot ini memang dirancang khusus untuk kebutuhan medis dan dibanderol dengan harga lebih dari 1 juta dollar AS (sekitar Rp 17 jutaan) setelah pemasangan total. Sebaliknya, Unitree G1 bukan robot bedah khusus. Robot ini merupakan humanoid serbaguna biasa yang awalnya dikembangkan untuk berbagai kebutuhan penelitian dan pengembangan teknologi.

Menurut penulis utama penelitian, Lucas Zekai Liang, tim memilih Unitree G1 karena robot ini merupakan salah satu robot humanoid komersial yang paling mudah diperoleh saat riset dimulai. Selain itu, fokus penelitian tim riset bukan terletak pada merek robot tertentu, melainkan untuk membuktikan bahwa bentuk robot humanoid dapat menjadi platform yang layak digunakan dalam prosedur bedah.

Ubah arah industri robot bedah?

Keberhasilan Unitree G1 dalam melakukan prosedur operasi terhadap babi hidup dinilai berpotensi mengubah arah industri robot bedah yang selama puluhan tahun didominasi perangkat medis khusus dengan banderol harga sangat mahal.

Untuk diketahui, Unitree G1 dijual dengan harga sekitar 13.500 dollar AS (sekitar Rp 241 jutaan), jauh lebih murah dibanding robot bedah konvensional yang bisa mencapai lebih dari 1 juta dollar AS.

- Advertisement -

Adapun perbedaan harga tersebut membuka peluang agar teknologi robot bedah di masa depan menjadi lebih mudah diakses oleh banyak rumah sakit apabila pendekatan serupa terus dikembangkan. Data Administrasi Umum Bea Cukai Chiha turut menunjukkan industri robot bedah negara tersebut tengah berkembang pesat.

Pada paruh pertama tahun 2026, ekspor robot bedah China disebut mencapai 480 juta yuan (sekitar Rp 1,26 triliun), meningkat lebih dari tiga kali lipat dibanding periode yang sama tahun lalu.

Jumlah negara tujuan ekspor robot bedah buatan Negeri Tirai Bambu tersebut juga bertambah dari yang awalnya 23 menjadi 49 pasar, sebagaimana dilansir KompasTekno dari NewsGD.

(RD/KPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini