KNews.id – Jakarta – Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal menyatakan tengah mengatur waktu untuk bertemu dengan pihak Tokopedia dan TikTok. Hal tersebut menyusul adanya informasi mengenai isu pemutusan hubungan kerja (PHK) besar-besaran di Tokopedia.
“Kami tidak boleh hanya mendengar dari satu sisi. Pemerintah harus mendapatkan gambaran yang utuh mengenai apa yang sebenarnya terjadi,” kata Said saat dihubungi via pesan pada Senin (5/7).
Menurut Said, sektor ekonomi digital memiliki karakteristik berbeda dengan industri manufaktur, sehingga persoalan ini harus dilihat secara komprehensif. Oleh karena itu, kata Said, dirinya akan mengajak Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) untuk melakukan pendalaman dan mengulik akar persoalan secara jelas.
“Kami akan turun terlebih dahulu mencari fakta di lapangan,” imbuhnya.
Said Iqbal menekankan jika PHK massal terjadi dinamika pasar, perubahan model bisnis, atau tekanan ekonomi, pemerintah juga perlu melihat kondisi bisnis yang dihadapi perusahaan.
Jika PHK terjadi karena perusahaan mengalami kerugian, maka penyelesaiannya harus dilakukan melalui dialog yang konstruktif antara pemerintah, perusahaan, dan pekerja.
Namun, Said menegaskan pemerintah akan mengambil langkah apabila dalam proses pendalaman ditemukan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang ketenagakerjaan.
“Kalau ada pelanggaran terhadap Undang-Undang Ketenagakerjaan, tentu harus diluruskan,” katanya.





