Dengan memberdayakan talenta muda lokal, program TJSL Telkom mendorong literasi digital UMKM di Papua Barat Daya.
KNews.id – Sorong, 3 Juli 2026 – Sebagai bagian dari komitmen dalam mengakselerasi transformasi digital yang inklusif di seluruh Indonesia, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperluas akses literasi digital hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T). Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Telkom menghadirkan Rural Youth AI Facilitator: Akselerasi Transformasi Digital Inklusif di Wilayah 3T Papua Barat Daya, sebuah inisiatif yang memberdayakan generasi muda sebagai agen transformasi digital untuk mendukung peningkatan kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI).
Program ini dilatarbelakangi oleh masih terbatasnya tingkat literasi digital pelaku UMKM di Papua Barat Daya. Berdasarkan data Pemerintah Kota Sorong tahun 2023, terdapat lebih dari 6.823 UMKM yang menjadi penggerak ekonomi daerah. Sementara itu, data Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kabupaten Sorong tahun 2025 menunjukkan bahwa dari sekitar 6.000 pelaku UMKM, baru sekitar 150 pelaku usaha yang telah memperoleh pelatihan digitalisasi. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital, khususnya di wilayah 3T.
Menjawab tantangan tersebut, Telkom belum lama ini menyelenggarakan pelatihan Artificial Intelligence (AI) bagi 70 mahasiswa dari UNIMUDA Sorong dan Universitas Papua (UNIPA) Waisai. Melalui pendekatan Train the Trainer, peserta dipersiapkan menjadi agen digital yang akan mendampingi pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi AI guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan daya saing usaha.
Senior General Manager Social Responsibility Telkom, Hery Susanto, mengatakan bahwa pemberdayaan masyarakat melalui teknologi menjadi bagian penting dari upaya Telkom dalam membangun ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.
“Pemberdayaan talenta muda merupakan bagian dari komitmen Telkom untuk memperluas manfaat transformasi digital hingga ke wilayah 3T. Melalui Rural Youth AI Facilitator, kami berharap semakin banyak UMKM yang mampu memanfaatkan teknologi AI guna meningkatkan produktivitas dan menciptakan nilai tambah bagi usahanya,” ujar Hery.
Setelah pelatihan, para mahasiswa akan memberikan pendampingan secara one-on-one kepada pelaku UMKM, mulai dari pengembangan aset digital, strategi pemasaran, hingga pemanfaatan AI untuk operasional dan pengelolaan usaha. Dengan melibatkan talenta muda lokal yang memahami karakteristik wilayahnya, pendampingan diharapkan lebih efektif, kontekstual, dan mudah diterapkan oleh masyarakat.
Ke depan, para agen digital akan berkolaborasi dengan berbagai kelompok strategis di Papua Barat Daya, di antaranya kelompok usaha Mama-Mama Papua dalam pengembangan produk, pemasaran, dan pengelolaan usaha; komunitas pemuda desa untuk memperkuat promosi digital; serta pengelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dalam meningkatkan tata kelola kelembagaan dan memperluas peluang kemitraan Business-to-Business (B2B).
Program Rural Youth AI Facilitator merupakan bagian dari komitmen Telkom dalam memperkuat ekosistem UMKM yang modern, inklusif, dan berdaya saing melalui implementasi program TJSL.
Selain meningkatkan kapasitas pelaku usaha, program ini juga membuka ruang bagi generasi muda untuk berperan aktif sebagai penggerak transformasi digital di daerahnya masing-masing, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi serta Tujuan 9 Industri, Inovasi, dan Infrastruktur.
Melalui kolaborasi antara teknologi, talenta muda, dan masyarakat, Telkom akan terus memperluas inisiatif pemberdayaan digital yang mampu menciptakan dampak sosial berkelanjutan. Sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mengakselerasi transformasi digital Indonesia, Telkom optimistis pemanfaatan teknologi yang inklusif dapat memperkuat daya saing UMKM, mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, serta membuka peluang kesejahteraan yang lebih merata bagi masyarakat di seluruh Indonesia.
(FHD/TLKM)





