KNews.id – Jakarta – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan tidak ada rencana pergantian pejabat Menteri Keuangan (Menkeu) dan Gubernur Bank Indonesia (BI). Ia menjawab beredarnya isu bahwa pejabat di kedua pos tersebut akan diganti buntut nilai tukar rupiah yang terus melemah.
“Loh siapa yang mau mengganti? Nggak ada yang mau mengganti,” kata Pras menanggapi pertanyaan wartawan di Gedung DPR/MPR RI, Jakarta, Sabtu (6/6/2026).
Pras menekankan pemerintah belum memiliki rencana untuk mengganti pejabat di bidang ekonomi. Ia meminta agar publik tidak termakan oleh informasi yang tidak benar.
“Berkali-kali kami sampaikan bahwa rumor itu tidak benar, rumor itu tidak ada, rencana itu tidak ada,” tegasnya.
Pras menyebut fokus pemerintah saat ini adalah memperkuat koordinasi antarlembaga. Menurutnya, sinergi antara otoritas fiskal dan moneter sangat krusial dalam menghadapi situasi ekonomi saat ini.
“Justru sekali lagi kita harus memperkuat koordinasi di antara otoritas-otoritas apa, yang mengelola ekonomi. Dan hari ini adalah tindak lanjut,” jelas Prasetyo.
Menurutnya, penguatan kerja sama dan koordinasi lebih penting dilakukan saat ini guna menjaga stabilitas ekonomi nasional. “Tindak lanjut memang dalam situasi yang seperti sekarang intensitas harus diperkuat, kerjasama harus dipererat,” ujarnya.
Sebelumnya, ramai isu Purbaya mundur dari Menkeu. Purbaya, dalam konferensi pers APBN KiTA, Jumat (5/6/2026), menegaskan kabar pengunduran dirinya sebagai Bendahara Negara tidaklah benar alias hanya gosip palsu. Ia berkelakar jika dirinya lebih suka maju daripada mundur.
“Mundur? Saya sukanya maju. Jadi nggak, itu gimana ya? Saya nggak tahu gosip itu darimana mulai timbul. Itu masif disebar ke semua media kayaknya ya. Saya itu orangnya nggak suka mundur, saya sukanya maju kayak gini nih (berjalan maju) hahaha,” kata Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya juga mengaku sudah mengetahui informasi-informasi terkait isu pengunduran dirinya yang sudah tersebar ke publik. Menurutnya sebagian informasi yang disampaikan benar, namun sebagian lainnya salah.
“Saya juga baca tuh selembarannya yang kertas putih itu. Itu sebagian informasinya betul, tapi sebagian juga salah. Jadi ada orang pintar yg men-twist informasi di situ, jadi kelihatannya betul karena di setiap kertas kalimat di situ saya ikut rapatnya dengan bapak presiden, tapi sebagian di-twist,” terangnya.





