KNews.id – Jakarta – Pakar ekonomi makro dan analis pasar modal Ferry Latuhihin mengkritik narasi pemerintah yang menganggap depresiasi nilai tukar rupiah tidak terlalu signifikan.
Ferry menilai kondisi ekonomi saat ini sedang tertekan akibat kebijakan domestik yang tidak ramah terhadap dunia usaha.
Anggota Tim Pakar Prabowo Subianto – Gibran Rakabuming di Pilpres 2024 itu menilai langkah-langkah pemerintah sejak awal telah memicu ketidakpercayaan yang pada akhirnya mendorong investor menarik modalnya keluar dari pasar Indonesia.
Menurut Ferry, yang kabur bukan hanya perusahaan asing, melainkan juga banyak pemain lokal yang memutuskan menarik investasi.
“Pemerintah kita koplak, bikin kebijakan-kebijakan yang tidak business friendly, malah mau membunuh bisnis,” kata Ferry pada Jumat (29/5).
Ekonom jebolan Erasmus University Rotterdam itu menganggap pemerintah saat ini enggan menerima masukan dari eksternal terkait kebijakan yang dinilai mengganggu investasi tanah air.
Ferry pun menilai pemerintah sibuk dengan mimpi dan narasi besar tanpa menengok realitas yang ada.
“Prabowo sejak awal salah langkahnya, tetapi masalahnya orang itu enggak mau dengar masukan orang lain dan tetap asik dengan mimpi dan narasi besarnya,” ujar Ferry.





