spot_img

Ayah Bupati Nonaktif Bekasi Bantah Terima Rp500 Juta, Sebut Kesaksian Kadis Janggal

KNews.id – Jakarta – Ayah Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang, HM Kunang membantah tudingan penerimaan uang Rp 500 juta yang disampaikan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang, Benny Sugiarto Prawiro, dalam sidang dugaan korupsi di Pengadilan Negeri Bandung. Pihak HM Kunang bahkan menilai keterangan Benny janggal dan berpotensi sebagai kesaksian palsu.

Benny sebelumnya hadir sebagai saksi dalam sidang perkara dugaan korupsi yang menjerat Ade Kuswara Kunang bersama ayahnya. Dalam persidangan, Benny mengaku menyerahkan uang Rp 500 juta kepada HM Kunang agar posisinya sebagai kepala dinas tidak diganti.

- Advertisement -

“Klien kami tidak pernah menerima uang itu. Bahkan saksi sendiri tidak punya dokumentasi. Semua hanya katanya-katanya saja,” kata kuasa hukum HM Kunang, Yusnaniar di PN Bandung, Senin (25/5/2026).

Menurut Yusnaniar, pengakuan Benny juga dinilai tidak masuk akal karena HM Kunang telah lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan KPK pada Desember 2025. Sementara Benny menyebut penyerahan uang dilakukan pada periode yang sama.

- Advertisement -

“Dia sempat menyebut penyerahan uang dilakukan akhir Desember. Padahal saat diklarifikasi, Abah sudah ditahan KPK pada waktu itu. Ini yang membuat kami menilai ada indikasi kesaksian palsu,” ujarnya.

Atas dasar itu, pihak HM Kunang meminta Benny turut diproses hukum karena dianggap memberikan keterangan yang tidak sesuai fakta di persidangan.

“Kami meminta salah satu Kepala Dinas Benny Sugiarto dijadikan tersangka karena terindikasi memberikan kesaksian palsu,” tegasnya.

Singgung Hubungan Benny dan Pengusaha

Yusnaniar juga menyoroti hubungan Benny dengan pengusaha bernama Sarjan yang disebut turut menjadi terdakwa penyuap dalam perkara tersebut. Dia menyayangkan Benny justru dinilai lebih patuh kepada Sarjan dibanding kepada atasannya sendiri, yakni Ade Kuswara.

Dalam persidangan sebelumnya, Benny mengaku mengenal Sarjan yang disebut telah dijanjikan paket proyek senilai Rp 20 miliar dari Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang. Setelah itu, Benny mendapat informasi sejumlah kepala dinas diminta loyal kepada Ade Kuswara melalui pertemuan dengan HM Kunang.

Benny kemudian memutuskan menemui HM Kunang pada Februari 2025, sebelum Ade Kuswara dilantik sebagai Bupati Bekasi. Dalam pertemuan itu, HM Kunang disebut mengingatkan Benny agar loyal kepada Ade Kuswara.

- Advertisement -

Benny juga mengaku kembali bertemu Sarjan pada Desember 2025. Saat itu, Sarjan disebut menitipkan uang Rp 500 juta untuk diserahkan kepada HM Kunang, sekaligus meminta Benny membawa dokumen rencana paket proyek pekerjaan.

Tiga hari kemudian, Benny mengklaim menyerahkan uang tersebut kepada HM Kunang. Dalam pertemuan itu, Benny mengaku kembali diingatkan soal loyalitas, dengan jaminan posisinya sebagai kepala dinas akan tetap aman jika mendukung Ade Kuswara.

(NS/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini