spot_img

Bulog Indramayu Pastikan Beras Aman, Cadangan 124 Ribu Ton Tanpa Impor

KNews.id – Jakarta – Stok beras di gudang Perum Bulog Cabang Indramayu tercatat melimpah. Ada lebih dari 124.000 ton beras disimpan di gudang-gudang Bulog Indramayu, yang cukup untuk kebutuhan warga hingga enam bulan ke depan.

Pimpinan Cabang Bulog Indramayu, Apip Wijaya menegaskan bahwa ketersediaan stok beras ini tidak hanya aman di tingkat daerah, tetapi juga melimpah secara nasional. Ia juga memastikan, amannya stok beras ini membuat pemerintah tidak perlu melakukan impor beras.

- Advertisement -

“Alhamdulillah, produksi padi di Indramayu dan secara nasional sedang melimpah. Saat ini kita tidak melakukan impor, karena 100 persen berasal dari produksi dalam negeri,” ujar Apip di Gudang Bulog Singakerta 1, Kecamatan Krangkeng, Indramayu, Kamis (23/4/2026).

Apip menyampaikan, ketersediaan stok yang melimpah tersebut sejalan dengan hasil panen petani yang maksimal pada musim sebelumnya. Sejak tahun 2025, Bulog gencar melakukan penyerapan gabah sebanyak mungkin dari para petani lokal.

- Advertisement -

Gabah kering panen tersebut dibeli oleh Bulog sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni sebesar Rp 6.500 per kilogram. Gabah-gabah ini kemudian diolah secara mandiri menjadi beras untuk memperkuat cadangan stok.

“Gabah kita beli dari petani dengan harga Rp 6.500, lalu kita olah sendiri menjadi beras. Saat ini stok beras sudah tersedia di gudang sebanyak 124.000 ton,” kata dia.

Melihat ketersediaan stok yang memadai, Apip mengimbau masyarakat untuk tenang dan tidak perlu khawatir mengenai pasokan besar. Pihaknya juga menjamin bahwa Bulog akan berupaya maksimal menjaga keamanan stok di pasaran.

“Insya Allah aman, masyarakat tidak perlu khawatir. Untuk saat ini stok mencukupi hingga enam bulan ke depan,” katanya.

Selain ketersediaan beras, pada kesempatan itu, Apip juga merespons isu mahalnya harga minyak goreng dan kelangkaan yang sempat terjadi di pasaran. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor eksternal, di antaranya dampak dari naiknya harga plastik kemasan dan berkurangnya stok minyak imbas konflik di Timur Tengah.

Kendati demikian, Apip memastikan bahwa Bulog tidak tinggal diam dan terus berupaya menjaga stabilitas harga minyak goreng di masyarakat.

- Advertisement -

Distribusi secara intensif pun terus dilakukan demi menjaga ketersediaan dan kestabilan harga.

“Bulog sebagai salah satu penyalur minyak terus melakukan distribusi ke pasar-pasar, termasuk melalui program Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP), agar harga tetap stabil,” kata dia.

(RD/KPS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini