KNews.id – Jakarta – Saat berceramah di acara pengajian sekaligus halal bi halal di Pekijingan, Krasakageng, Sragi, Pekalongan, pada 6 April 2026, Gus Miftah melontarkan pernyataan yang justru membuatnya dirujak oleh netizen di media sosial.
Gus Miftah pada waktu itu menyatakan bahwa BBM di Indonesia tidak naik meski Selat Hormuz bergejolak buntut terjadinya perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel tidak lepas dari diplomasi dari Presiden Prabowo Subianto.
Kapal Indonesia, kata Gus Miftah, diperbolehkan melewati Selat Hormuz oleh pemerintahan Iran. Hal itu yang mengakibatkan BBM di Indonesia tidak naik sehingga stok tetap aman.
“Atas diplomasi Pak Prabowo, kapal Indonesia boleh melewati Selat Hormuz. Itu salah satu penyebab kenapa BBM Indonesia tidak naik,” kata Gus Miftah pada waktu itu.
Pernyataan Gus Miftah tersebut menggelinding di media sosial dan viral. Gus Miftah menjadi bahan pembicaraan banyak orang gara-gara pernyataannya tersebut. Bahkan, dia dirujak oleh netizen disebut ‘menjilat’ pemerintahan Presiden Prabowo Subianto karena dianggap bicara tidak sesuai data dan fakta.
Setelah pernyataannya viral di media sosial soal diplomasi Prabowo Subianto yang sukses dan membawa dampak pada BBM di Indonesia tidak naik, Gus Miftah mengklaim bahwa apa yang diungkapkannya itu tidak mengada-ada.
“Saya berbicara berdasarkan fakta yang ada,” kata Gus Miftah saat dikonfirmasi, tanpa merinci lebih lanjut terkait data yang berhasil dia dapat.
Pemilik nama lengkap Miftah Maulana Habiburrohman menegaskan bahwa dirinya bukan menjilat Prabowo Subianto sebagaimana diungkapkan netizen. Dia membelanya juga bukan karena pendukung Prabowo sejak pemilu 2024 atau faktor kedekatan.
“Loyalitas saya bukan karena kedekatan, tapi karena keyakinan. Kita sama-sama mengetahui bahwa Presiden melalui Menteri Luar Luar Negeri Pak Sugiono dan Menteri ESDM Pak Bahlil berhasil melakukan diplomasi agar membuka jalur Hormuz untuk Indonesia,” akunya.
Dalam keyakinannya, jika Indonesia dipersulit, dia yakin BBM di Indonesia pasti naik sesuai dengan hukum pasar. Namun pada kenyataannya, BBM dinyatakan tidak naik sampai dengan akhir tahun 2026 meski energi dunia penuh dengan ketidakpastian seiring konflik di Timur Tengah.




