spot_img
Kamis, Februari 12, 2026
spot_img
spot_img

Berkas Epstein Ungkap Rekaman Percakapan dengan Ehud Barak soal Imigrasi Rusia ke Israel

KNews.id – Jakarta – Berkas predator seksual Jeffrey Epstein yang dirilis pemerintah Amerika Serikat mengungkap rekaman percakapan dia dengan eks Perdana Menteri Israel Ehud Barak.
Rekaman itu dibuat pada 15 Februari 2015.

Barak terdengar meminta ke Presiden Vladimir Putin mengirim jutaan warga Rusia ke Palestina guna mengurangi jumlah penduduk di sana.

- Advertisement -

“Dulu saya selalu mengatakan kepada Putin, yang kita butuhkan hanya satu juta lagi untuk mengubah Israel secara dramatis, satu juta orang Rusia,” kata Barak dalam rekaman tersebut, dikutip Middle East Eye, pada awal Februari.

Lebih lanjut, Barak mengatakan Israel harus mengelola pemukim Rusia di masa depan.

- Advertisement -

Sekitar satu juta warga negara yang dulu bernama Uni Soviet pindah ke Israel pada 1990-an. Kemudian pada 2005, setengah dari jumlah merupakan warga Yahudi menurut hukum Ortodoks.

Para pendiri Israel, yang sebagian besar adalah Yahudi Ashkenazi kulit putih dari Eropa Timur mengambil warga Yahudi dari Afrika Utara maupun negara-negara Arab.

“Sekarang kita bisa lebih selektif dan saya pikir, pikiran yang jauh lebih terbuka soal beralih ke orang Yahudi. Kita bisa dengan mudah menyerap satu juta orang lagi,” imbuh dia.

Kepemimpinan Ashkenazi Israel punya sejarah panjang memandang rendah orang Yahudi dari dunia Arab atau Muslim dan sering memperlakukan mereka sebagai inferior

Barak mengatakan gelombang imigrasi Rusia sebelumnya pada tahun 1990-an dan awal 2000-an mengubah Israel secara dramatis.

Dia juga berkata, “gadis-gadis muda yang tak bisa bicara” ikut datang. Epstein terdengar terkekeh di rekaman tersebut.

- Advertisement -

Dalam berkas Epstein terungkap banyak perempuan muda – khususnya dari Rusia – yang dilaporkan tak dapat berbahasa Inggris dijual ke orang-orang kaya dan berkuasa.

Upaya Barak untuk mengimpor warga Rusia kulit putih merupakan bagian dari obsesi yang lebih luas terhadap dominasi demografis, yang bertujuan untuk mengurangi kehadiran Palestina di dalam perbatasan Israel tahun 1948.

“Bahkan di dalam perbatasan Israel yang lebih kecil, masih ada masalah. Dan saya pikir orang Arab [warga Palestina di Israel] tumbuh perlahan. Empat puluh tahun yang lalu, mereka berjumlah 16 persen dan sekarang mereka mencapai 20 persen,” kata Barak.

Kemudian, ia menjabarkan hierarki tentang siapa yang berhak mendapatkan kesetaraan di dalam Israel.

“Kita seharusnya mampu memberikan kesetaraan, pertama-tama kepada kaum Druze, mereka sekitar satu persen, mereka sepenuhnya warga Israel dalam perilaku mereka,” kata Barak.

“Lalu kita harus mempertimbangkan kelompok minoritas Kristen, mereka sekitar dua persen lagi. Mereka punya sistem pendidikan yang lebih baik daripada kita,” kata dia.

Epstein dan Barak punya hubungan selama satu dekade. Eks PM itu bahkan berulang mengunjungi rumah mewah predator seksual di New York lebih dari 30 kali pada 2013-2017.

Memo Biro Investigasi Federal (FBI) dalam berkas yang dirilis juga melaporkan Epstein dekat dengan Ehud Barak,

“Dan dilatih sebagai mata-mata di bawah bimbingannya,” lanjut laporan itu.

(NS/CNN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini