spot_img
Senin, Januari 26, 2026
spot_img
spot_img

Ketua PKB Jazilul Fawaid Mendukung Menkeu Purbaya Terapkan Bea Keluar Ekspor Batu Bara

KNews.id – Jakarta 4 Januari 2026 – Fraksi PKB DPR RI mendukung penuh langkah Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa yang berencana menerapkan kebijakan bea keluar (BK) untuk ekspor batu bara. Langkah itu sebagai terobosan berani untuk mengakhiri anomali penerimaan negara yang justru merugi akibat skema restitusi pajak di sektor pertambangan.

Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid menyebut, kebijakan itu adalah wujud nyata dari kedaulatan ekonomi yang berpihak pada rakyat sebagai amanat UUD 1945 Pasal 33. Menurut dia, sudah saatnya negara mendapatkan kompensasi yang adil dari pengerukan kekayaan alam yang dilakukan secara masif oleh korporasi.

- Advertisement -

“Kami di Fraksi PKB mengapresiasi keberanian Menkeu Purbaya. Sangat tidak masuk akal jika negara justru ‘tekor’ karena memberikan subsidi lewat restitusi pajak kepada perusahaan-perusahaan batu bara yang sudah sangat mapan dan kaya,” ujar Jazilul di Jakarta, Jumat (2/1/2026).

Dia berharap, kebijakan baru itu bisa menambah pendapatan negara. “Kebijakan bea Keluar ini adalah langkah korektif untuk memastikan kekayaan alam kita benar-benar memberikan manfaat bagi publik, bukan hanya segelintir pengusaha,” kata Gus Jazil, sapaan akrabnya.

- Advertisement -

Dia pun menyoroti, selama ini industri batu bara menjadi primadona ekonomi, namun seringkali meninggalkan jejak kerusakan lingkungan yang biaya pemulihannya dibebankan kepada negara dan masyarakat. Dengan tarif bea keluar, kata Gus Jazil, pemerintah dapat mengumpulkan dana cadangan untuk membangun dan memperbaiki lingkungan.

“Situasi selama ini sangat timpang. Ekosistem industri batu bara hanya menguntungkan kelompok pengusaha, sementara dampak lingkungan dan sosialnya dirasakan langsung oleh rakyat kecil di sekitar tambang. Dengan adanya Bea Keluar ini, kita mengubah ekosistem industri agar lebih adil dan berorientasi pada kepentingan publik,” katanya.

Gus Jazil mengungkapkan, pemain besar di industri batu bara Indonesia, telah menikmati keuntungan luar biasa (windfall profit) dalam beberapa tahun terakhir. Akumulasi laba bersih dari perusahaan batubara raksasa di Indonesia jika ditotal menembus ratusan triliun rupiah per tahun saat harga komoditas melonjak.

“Bahkan banyak perusahaan tambang besar mencatatkan margin laba bersih yang sangat tinggi, jauh di atas industri manufaktur atau jasa lainnya,” ujar Gus Jazil.

Dia juga mengimbau para pengusaha batu bara agar bersikap kooperatif dan menerima kebijakan ini dengan jiwa besar. Gus Jazil mengingatkan, keberlangsungan bisnis mereka juga bergantung pada stabilitas sosial dan ekonomi negara.

“Kami meminta para pengusaha kakap untuk tidak lagi melayangkan keberatan yang berlebihan. Keuntungan yang dinikmati selama ini sudah sangat besar. Berkontribusi sedikit lebih banyak melalui Bea Keluar tidak akan membuat perusahaan bangkrut, namun justru akan membantu memperkuat fondasi ekonomi nasional dan kesejahteraan rakyat Indonesia,” kata Gus Jazil.

- Advertisement -

(FHD/Rpk)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini