spot_img

Waspadai Keracunan dan Alergi Makanan pada Anak, Ini Kata Dokter IDAI

KNews.id – Jakarta – Ketua Unit Kerja Koordinasi Emergensi dan Terapi Intensif Anak (UKK ETIA) Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dr. Yogi Prawira, SpA, Subs ETIA(K), menjelaskan perbedaan mendasar antara alergi dan keracunan makanan.

“Penyebabnya tentu berbeda. Kalau keracunan sesudah mengonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi. Sementara alergi, reaksi imun tubuh terhadap protein tertentu dalam makanan yang oleh tubuh individu tertentu dianggap berbahaya,” kata Yogi dalam Seminar Media yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia dengan topik Mengenali dan Mengatasi Keracunan Makanan pada Anak, pada Kamis, 25 September 2025.

- Advertisement -

Ia menambahkan, keracunan dapat menyerang siapa saja yang mengonsumsi makanan tercemar. Sedangkan alergi hanya mengenai individu tertentu dengan sensitivitas khusus.

Keracunan makanan terjadi karena adanya infeksi atau racun yang menyerang saluran pencernaan. Kontaminasi bisa berasal dari bakteri, virus, parasit, maupun bahan kimia berbahaya yang masuk lewat makanan.

- Advertisement -

“Kalau keracunan itu terjadi akibat infeksi atau toksin yang menyerang saluran pencernaan,” ungkap Yogi.

Berbeda dengan itu, alergi bukan disebabkan oleh kuman atau racun, melainkan reaksi berlebihan sistem imun tubuh terhadap zat tertentu dalam makanan.

“Sedangkan, kalau alergi reaksi imun (IgE mediated) terhadap protein makanan tertentu,” katanya. Inilah yang membuat alergi bersifat individual dan tidak menular.

Risiko Penularan dan Dampaknya

Perbedaan lain yang signifikan adalah soal penularan. Keracunan makanan berpotensi menyebabkan kejadian luar biasa (KLB), terutama bila satu sumber makanan dikonsumsi bersama-sama.

“Kalau keracunan bisa menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) karena satu sumber makanan bisa mencemari banyak orang,” kata Yogi.

Sebaliknya, alergi tidak menular dan hanya akan muncul pada orang yang memang memiliki sensitivitas terhadap protein tertentu dalam makanan.

- Advertisement -

“Sementara kalau alergi itu tidak menular, hanya individu tertentu yang alergi yang akan bereaksi,” tambahnya.

(NS/LPT)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini