spot_img

Dana Gelap di Perdagangan Emas

KNews.id – Jakarta, Data perdagangan emas Indonesia dalam satu dekade terakhir menunjukkan adanya potensi trade misinvoicing yaitu kekeliruan faktur perdagangan atau manipulasi pencatatan data ekspor-impor. Akibatnya, aliran dana gelap (illicit financial flow) bisa menyelinap hingga mencapai miliaran dolar AS.

NEXT Indonesia meneliti kemungkinan terjadinya trade misinvoicing dalam perdagangan komoditas emas (kode HS 7108) dengan masing-masing tiga negara mitra utama, baik untuk ekspor maupun impor.

- Advertisement -

Ada dua jenis trade misinvoicing yang mungkin terjadi, yaitu over-invoicing dan under-invoicing. Over-invoicing terjadi ketika catatan ekspor di negara asal lebih besar dibandingkan catatan impor di negara tujuan. Sebaliknya, under-invoicing terjadi saat nilai ekspor dilaporkan lebih rendah dibandingkan catatan impor di negara tujuan.

Adapun tiga negara mitra utama ekspor emas Indonesia adalah Singapura, Swiss, dan Hong Kong. Berdasarkan kalkulasi NEXT Indonesia menggunakan data TradeMap, potensi over-invoicing ekspor emas Indonesia ketiga negara tersebut pada periode 2015–2024 mencapai total US$1,5 miliar, sementara potensi under-invoicing tercatat US$885 juta.

- Advertisement -

Sementara itu, tiga negara mitra utama impor emas Indonesia adalah Hong Kong, Singapura, dan Australia. Hasil perhitungan NEXT Indonesia berdasarkan data TradeMap menunjukkan adanya potensi under-invoicing impor emas dari ke tiga negara tersebut dalam satu dekade tercatat US$7,6 miliar, sedangkan potensi nilai over-invoicing impor mencapai US$4 miliar.

Selisih angka yang terlampau jauh bisa menjadi peringatan awal bagi para petugas Direktorat Jenderal Pajak serta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk bergerak melakukan investigasi. Apalagi, illicit financial flow alias aliran dana gelap kerap terjadi pada perdagangan komoditas unggulan seperti emas.

Narahubung:
Research Coordinator Next Indonesia Center,
Phone: ‪+62 823-1016-512

(FHD/NRS)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini