KNews.id – Jakarta – Meskipun secara genetik berbeda, lemon dan jeruk nipis adalah dua jenis buah yang berkerabat dekat. Keduanya, bersama dengan jeruk manis, jeruk keprok, sitrun, dan pomelo, tergolong dalam satu keluarga besar buah sitrus.
Berdasarkan informasi dari situs kesehatan Healthline, ada sebuah teori populer dari beberapa ahli yang meyakini lemon sebenarnya adalah hasil persilangan antara jeruk nipis dan sitrun. Namun, ini hanyalah salah satu dari banyak teori mengenai asal-usulnya.
Saat ini, lemon dan jeruk nipis telah dibudidayakan di seluruh dunia. Akan tetapi, keduanya memiliki habitat ideal yang berbeda. Lemon, yang secara resmi dikenal sebagai Citrus limon, umumnya tumbuh di iklim sedang. Sementara itu, jeruk nipis, atau Citrus aurantifolia, lebih cocok tumbuh di daerah tropis dan subtropis.
Baik dalam bentuk segar maupun olahan, lemon dan jeruk nipis dimanfaatkan dalam berbagai industri. Di seluruh dunia, kedua buah ini terkenal dengan cita rasa asamnya yang menyegarkan sehingga sering dimanfaatkan dalam berbagai hidangan, mulai dari untuk memasak, mengawetkan makanan, hingga menambahkan aroma.
Manfaat Lemon dan Jeruk Nipis untuk Kesehatan
Baik jeruk nipis maupun lemon sama-sama kaya akan vitamin C. Menurut WebMD, nutrisi esensial ini memegang peranan penting dalam mendukung sistem kekebalan tubuh dengan cara meningkatkan produksi sel darah putih. Selain itu, vitamin C juga berfungsi sebagai antioksidan yang melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas. Kandungan ini juga terbukti dapat membantu menyamarkan kerutan dan tanda-tanda penuaan pada kulit.
Manfaat lain dari vitamin C mencakup perlindungan terhadap penyakit jantung, pencegahan masalah kesehatan pada masa kehamilan, pencegahan penyakit mata, hingga pencegahan kanker dan strok.
Selain vitamin C, kedua buah ini juga mengandung asam sitrat (citric acid). Senyawa asam ini berpotensi membantu mencegah atau mengatasi batu ginjal. Beberapa penelitian awal juga menunjukkan asam sitrat dapat membantu tubuh menyerap mineral, melawan peradangan, dan mengurangi risiko kerusakan hati.
Jika keduanya dibandingkan secara langsung, lemon memiliki konsentrasi vitamin C yang lebih tinggi. Sebaliknya, jeruk nipis memiliki konsentrasi asam sitrat yang hanya sedikit lebih unggul.
Risiko di Balik Kesegaran
Pada dasarnya, mengonsumsi lemon atau jeruk nipis dalam jumlah yang wajar tergolong aman. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan terkait sifat asam dari buah ini.
Medical News Today menjelaskan, sifatnya yang sangat asam dapat menimbulkan rasa perih jika cairannya mengenai luka terbuka, misalnya pada sariawan atau bibir yang pecah-pecah. Bagi individu dengan penyakit refluks gastroesofageal (GERD), kandungan asam yang tinggi pada buah ini juga berpotensi memperburuk gejala yang mereka alami, seperti rasa mulas atau gangguan pencernaan lainnya.
Selain itu, jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan dan secara terus-menerus, kandungan asam sitrat pada jeruk berisiko mengikis lapisan pelindung gigi atau enamel. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan gigi menjadi lebih rentan berlubang.





