KNews.id – Jakarta, Gallbladder cancer atau kanker kantung empedu adalah pertumbuhan sel-sel yang tidak terkendali pada kantung empedu. Dalam kebanyakan kasus, kondisi ini baru didiagnosis saat sudah memasuki stadium lanjut. Hal tersebut dikarenakan kanker empedu sering kali tidak menimbulkan gejala tertentu pada stadium awal.
Untuk mewaspadai kanker empedu, Anda perlu mengetahui penyebab, gejala, hingga prosedur pengobatannya. Maka dari itu, mari simak ulasan kanker empedu selengkapnya melalui artikel berikut ini.
Apa itu Kanker Kantung Empedu?
Kanker kantung empedu atau gallbladder cancer adalah salah satu jenis kanker yang terbentuk pada jaringan kantung empedu. Kanker kandung empedu merupakan keganasan yang jarang terjadi, namun mewakili hampir 50% dari seluruh kanker saluran empedu (biliary tract).
Kantung empedu merupakan organ yang berbentuk menyerupai buah pir dan terletak di bawah hati. Fungsi kantung empedu adalah menyimpan cairan empedu yang diproduksi oleh hati. Cairan tersebut berperan penting dalam proses pencernaan lemak di dalam tubuh.
Dinding kandung empedu memiliki empat lapisan jaringan utama, yaitu lapisan mukosa (dalam). lapisan otot, lapisan jaringan ikat, lapisan serosal (luar). Kanker kandung empedu primer dimulai di lapisan dalam dan dapat menyebar hingga ke lapisan luar.
Berdasarkan tingkat keparahannya, kanker empedu dapat diklasifikasikan menjadi 5 stadium, di antaranya sebagai berikut:
- Stadium 0 (carcinoma in situ): Sel-sel prakanker ditemukan pada lapisan dalam (mukosa) kantung empedu.
- Stadium 1: Sel kanker terdapat pada lapisan mukosa dan bisa menyebar ke dinding otot kantung empedu.
- Stadium 2: Kanker sudah menyebar melampaui lapisan otot, tepatnya pada lapisan jaringan ikat kantung empedu.
- Stadium 3: Kanker telah menyebar ke lapisan luar (serosal) kantung empedu, organ hati, atau organ tubuh lain di sekitar kantung empedu (lambung, usus halus, kolon, pankreas, dan saluran empedu). Pada stadium ini, sel kanker mungkin sudah menyebar ke 1–3 kelenjar getah bening.
- Stadium 4: Sel kanker telah bermetastasis ke lebih dari tiga kelenjar getah bening terdekat, pembuluh darah, dan/atau organ-organ yang jauh dari kantung empedu.
Penyebab Kanker Kantung Empedu
Kanker kantung empedu terjadi ketika terdapat mutasi (perubahan) DNA pada kantung empedu. Kondisi ini menyebabkan sel-sel di kantung empedu berkembang dengan sangat cepat dan tidak terkendali. Inflamasi kronik merupakan faktor risiko tertinggi untuk kejadian kanker ini.
Pasien dengan riwayat batu empedu (kolelitiasis) terutama dengan ukuran besar, peradangan kronik (jangka panjang) berkorelasi kuat dengan terjadinya kanker kantung empedu. Selain itu, faktor lain yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kanker kantung empedu adalah sebagai berikut:
Berjenis kelamin wanita (wanita lebih berisiko terkena batu empedu, terutama usia 40 dan obesitas. Hal ini dikenal dengan 4F; female, fat, forty, fertile atau wanita, gemuk, usia 40-an, dan belum menopause).
Porcelain gallbladder atau kalsifikasi (terbentuk ‘pengerasan’ kantung empedu oleh kalsium).
- Polip kantung empedu.
- Kista biler kongenital.
- Anatomi abnormal pankreatobilier.
- Riwayat konsumsi obat-obatan karsinogenik (metildopa dan isoniazid).
- Riwayat paparan radon, metilselulosa.
- Riwayat merokok dan mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat.
Gejala Kanker Kantung Empedu
Kanker kantung empedu sering kali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal. Gejala umumnya muncul ketika sel kanker telah membesar atau menyebar ke bagian tubuh lain. Selain itu, gejala kondisi ini juga menyerupai gejala dari gangguan kantung empedu lainnya, seperti batu empedu atau penyumbatan pada saluran empedu.
Adapun beberapa gejala umum kondisi ini adalah sebagai berikut:
- Nyeri perut, terutama pada perut bagian kanan atas.
- Perut membengkak.
- Muncul benjolan di perut.
- Penurunan berat badan tanpa alasan yang jelas.
- Mual dan muntah.
- Penyakit kuning (jaundice).
- Nafsu makan menurun.
- Gatal pada kulit.
- Demam.
- Feses berwarna pucat atau dempul dan berminyak.
- Urine berwarna gelap.
Diagnosis Kanker Kantung Empedu
Penegakan diagnosis kanker kantung empedu dapat diawali dengan wawancara medis (anamnesis) untuk mengetahui keluhan dan riwayat kesehatan pasien, serta pemeriksaan fisik. Lalu, untuk membantu mengonfirmasi diagnosis kanker empedu, dokter juga dapat melakukan beberapa prosedur pemeriksaan penunjang berikut ini:
- Tes darah untuk mengevaluasi fungsi hati, memeriksa kadar penanda tumor carcinoembryonic antigen (CEA), dan kadar penanda tumor CA 19-9.
- Tes pencitraan, seperti USG perut, CT scan, MRI, USG endoskopi, MR cholangiopancreatography (MRCP), endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP), dan PET scan.
- Laparoskopi, prosedur ini biasanya dilakukan untuk memeriksa penyebaran sel kanker di dalam tubuh.
- Biopsi sampel jaringan kantung empedu.
Pengobatan Kanker Kantung Empedu
Pengobatan kanker kantung empedu dapat ditentukan berdasarkan stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Secara umum, beberapa metode yang dapat dilakukan oleh dokter untuk mengobati kanker empedu adalah sebagai berikut:
- Kolesistektomi, yaitu prosedur pembedahan untuk mengangkat kantung empedu. Prosedur ini biasanya dilakukan jika kanker empedu masih stadium awal.
- Prosedur pembedahan untuk mengangkat kantung empedu, sebagian liver, dan kelenjar getah bening regional, terutama jika kanker telah meluas ke organ hati.
- Kemoterapi, yaitu terapi menggunakan obat-obatan khusus untuk membunuh sel kanker.
- Radioterapi, yaitu terapi menggunakan teknologi radiasi untuk membunuh sel kanker.
- Terapi target, yaitu terapi yang berfokus pada kelemahan sel kanker secara spesifik.
- Imunoterapi, yaitu terapi yang menggunakan obat-obatan khusus untuk mendorong sistem imun tubuh dalam melawan sel kanker.
Pencegahan Kanker Kantung Empedu
Pada dasarnya, Anda dapat meminimalkan risiko terjadinya penyakit kanker ini dengan menerapkan pola hidup sehat sebaik mungkin, seperti mengonsumsi makanan sehat, rutin berolahraga, dan berhenti merokok. Berikut adalah penjelasan selengkapnya.
- Konsumsi makanan rendah lemak dan kolesterol untuk mencegah terbentuknya batu empedu.
- Rutin berolahraga dan menjaga berat badan ideal.
- Berhenti merokok.
- Membatasi konsumsi minuman beralkohol.
- Memperbanyak konsumsi sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian yang kaya antioksidan dan mengurangi makanan yang diproses (makanan kalengan dan frozen food).
- Tidur yang cukup.
- Menghindari paparan radiasi.
- Selalu konsultasi rutin dengan dokter apabila mengonsumsi obat-obatan karsinogenik.
Apabila Anda membutuhkan penanganan lebih lanjut terkait dengan penyakit kanker, jangan ragu untuk mengunjungi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi.
MRCCC Siloam Hospitals Semanggi merupakan pusat unggulan kanker di Indonesia yang memungkinkan Anda untuk memperoleh deteksi dini, pengobatan, serta saran perawatan kanker dari dokter spesialis berpengalaman. Mari jaga selalu kesehatan Anda dan keluarga




