spot_img

Varian JN.1 Picu Kenaikan Kasus COVID-19 Global, Warga Diimbau Tetap Waspada

KNews.id – Jakarta – Tren peningkatan kasus COVID-19 kembali terlihat di sejumlah negara Asia pada Mei 2025. Pemicu utamanya adalah varian baru JN.1 dan turunannya yang kini mendominasi secara global.

Situasi Kasus COVID di India dan Indonesia

India mencatat jumlah kasus aktif yang masih rendah. Hingga 19 Mei 2025, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga melaporkan hanya 93 kasus aktif.

Di Mumbai, dokter memang mengamati adanya sedikit peningkatan, terutama di kalangan anak muda, namun belum ada indikasi akan terjadi gelombang besar.

- Advertisement -

Indonesia juga dalam kondisi aman. Kementerian Kesehatan memastikan belum terjadi peningkatan signifikan.

“Di tengah dinamika global, kami sampaikan bahwa situasi di Indonesia tetap terkendali. Pengawasan terhadap penyakit menular, termasuk COVID-19, terus kami perkuat melalui sistem sentinel dan pemantauan di pintu masuk negara,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes RI,  Aji Muhawarman pada Senin, 19 Mei 2025.

JN.1 Dominasi Global

Data minggu epidemiologi ke-12 dari WHO menunjukkan JN.1 menjadi varian yang paling banyak ditemukan secara global. Presentasenya antara lain:

  • 93,9 persen di kawasan Pasifik Barat
  • 85,7 persen di Asia Tenggara
  • 94,7 persen di Eropa
  • 93,2 persen di Amerika

Sementara itu, Universitas Johns Hopkins mencatat bahwa JN.1 mengalami beberapa mutasi tambahan yang meningkatkan kemampuannya menghindari respons imun tubuh.

Meski begitu, belum ditemukan bukti bahwa mutasi ini membuat gejalanya lebih parah.

Tetap Waspada

Meski situasi nasional masih aman, masyarakat tetap diimbau untuk tidak lengah. Kemenkes menyarankan agar tetap menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sakit, dan menghindari keramaian jika merasa tidak enak badan.

“COVID-19 masih ada dan terus bermutasi. Penting bagi kita semua untuk menjaga kesehatan diri, memperkuat sistem imun, serta mengikuti arahan dari pemerintah,” tambah Aji.

Pemerintah juga mengingatkan agar masyarakat terus memantau informasi dari sumber resmi dan tidak mudah terpengaruh oleh kabar yang belum terverifikasi.

(NS/Lptn6)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini