KNews.id – Jakarta, Sekretaris Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono (RIDO) Basri Baco naik pitam terhadap pernyataan Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid yang menyebut pasangan Ridwan Kamil-Suswono tidak laku. Ia pun meminta PKB menjatuhkan sanksi terhadap kadernya itu lantaran dinilai tidak tertib.
“Terkait yang PKB, itu (ranah) DPP PKB. Silakan untuk menghukum atau men-sanksi kader-kader yang tidak tertib seperti itu,” ucapnya di kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat.
“Kalau dari kami seperti itu (tanggapannya),” sambung Sekretaris DPD Golkar DKI Jakarta ini menambahkan. Sebagai informasi tambahan, Jazilul sebelumnya membantah PKB tak bekerja maksimal di masa kampanye untuk memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono.
Ia lantas mengungkap perbedaan antara pemilu legislatif dan pilkada. Menurutnya, faktor figur kandidat sangat menentukan dalam pilkada. Hal ini yang disebutnya menjadi tantangan terberat dalam memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Suswono.
Anak buah Cak Imin ini pun mengakui, kandidat yang diusung PKB tidak berhasil menarik perhatian publik. Pasalnya, pencalonan Gubernur Jakarta tidak melalui proses yang ideal di tingkat akar rumput. Alhasil, masyarakat Jakarta menilai figur gubernur dan calon gubernur yang ditawarkan tidak menarik minat mereka untuk memilihnya.
“Faktanya, pasangan RK-Suswono tidak menarik. Ini adem ayem,” tuturnya. Lantaran tidak adanya sosok figur calon pemimpin yang diinginkan masyarakat menyebabkan tingkat golput Pilkada Jakarta 2024 terbilang cukup tinggi dengan partisipasi warga yang hanya di angka 50 persen. “Untuk DKI saja, warganya tidak antusias,” kata dia.






