KNews.id – Jakarta, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati buka suara terkait Indonesia yang mengalami deflasi lima bulan beruntun. Sri Mulyani menganggap, kondisi tersebut merupakan perkembangan yang positif, lantaran deflasi yang terjadi didorong oleh penurunan harga pangan, terutama komoditas bergejolak.
Jika inflasi dilihat dari komponennya, Sri Mulyani menyebut, inflasi inti (core inflation) yang merupakan indikator permintaan atau agregat demand masih berada di level 2%. “Ini artinya demand masih tinggi. Meskipun di situ juga ada harga emas, di mana kenaikan harga emas dalam core inflation pasti mempengaruhi,” imbuh Sri Mulyani.
Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2024 mengalami deflasi sebesar 0,12% secara bulanan atau month to month (mtm). Deflasi ini lebih tinggi bila dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 0,03% mtm.






