KNews.id – Jakarta – Bekas Ketua Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Burhanuddin Abdullah, membeberkan Prabowo Subianto bakal merombak dua kementerian tahun depan. Dia mengatakan yang bakal berubah adalah Kementerian Keuangan dan Kementerian BUMN.
Perombakan Kementerian Keuangan menurut dia dilakukan lewat perubahan kelembagaan. Yang pertama yang akan diubah kelembagaannya adalah penerimaan negara. “Insya Allah akan ada Menteri Penerimaan Negara yang mengurus pajak, cukai dan PNBP. Jadi pisahan dari Kementerian Keuangan,” ujar Burhanuddin dalam acara UOB Economic Outlook 2025, Rabu, 25 September 2024.
Tetapi, ia berujar sumbangannya itu harus diperbaiki dan ditingkatkan. Sehingga nantinya harus ada transformasi kelembagaan, bisnis, kultural dan manajemen. “Jadi itu yang nanti barangkali kita akan lakukan sejak Januari 2025 yang akan datang,” kata dia.
Sebelumnya, ‘Bagi-bagi Kekuasaan ala Kabinet Prabowo,’ memaparkan presiden terpilih bakal menambah kabinet pemerintahannya hingga mencapai 44 kementerian. Enam adalah kementerian koordinator atau ada tambahan dua posisi dibanding pemerintahan Jokowi.
Beberapa politikus Koalisi Indonesia Maju bercerita, Kementerian Badan Usaha Milik Negara mungkin akan dihapus. Nantinya kementerian itu berubah menjadi perusahaan induk. Konsep ini ditengarai meniru BUMN Singapura, Temasek Holding. Sufmi Dasco Ahmad tak menampik informasi ini. “Ada usulan yang masih dikaji,” katanya.






