KNews.id – Jakarta – Politikus PDIP yang juga mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menyatakan dirinya siap menyelesaikan permasalahan Jakarta jika diberikan kesempatan memimpin lagi. Sejumlah lembaga survei pun merekam elektabilitas Ahok menjelang Pilgub Jakarta 2024.
Ahok menyampaikan kesiapannya ketika ditanya oleh awak media. Dia mengaku siap jika diberi kesempatan kembali. “Jika warga Jakarta beri saya kesempatan untuk melayani warga Jakarta dan menyelesaikan pekerjaan Jakarta tentu saya siap,” kata Ahok kepada wartawan.
Lantas, seberapa kuat sebetulnya Ahok di Pilgub Jakarta 2024? Berikut catatan beberapa lembaga survei.
Litbang Kompas
Beberapa saat lalu, lembaga survei Litbang Kompas sempat merilis elektabilitas sejumlah tokoh di Pilgub Jakarta. Nama Ahok muncul di posisi 2 teratas. Berdasarkan hasil survei Litbang Kompas, Responden sebanyak 400 orang dipilih secara acak menggunakan metode pencupilkan sistematis bertingkat di Jakarta.
Margin of error survei Litbang Kompas ini kurang lebih 4,9% dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Tingkat kepercayaan survei elektabilitas bakal calon gubernur Jakarta ini sebesar 95%.
Berikut ini hasilnya:
1. Anies Baswedan 29,8%
2. Basuki Tjahja Purnama atau Ahok 20,0%
3. Ridwan Kamil 8,5%
4. Erick Thohir 2,3%
5. Sri Mulyani 1,3%
6. Andika Perkasa 1,0%
7. Kaesang Pangarep 1,0%
8. Heru Budi Hartono 1,0%
9. Tri Rismaharini 1,0%
10. Lainnya 4,3%
11. Tidak tahu/tidak jawab 30,0%
Jumlah sampel mencapai 800 responden dengan penarikan sampel menggunakan teknik multi stage random sampling. Margin of error survei ini +- 3,5% dengan tingkat kepercayaan berada di angka 95%.
Indikator Politik Indonesia tidak berfokus pada beberapa tokoh. Dalam artian, responden sama sekali tidak diberi informasi terkait tokoh-tokoh yang akan maju di Pilgub Jakarta.
Jumlah sampel mencapai 800 responden dengan penarikan sampel menggunakan teknik multi stage random sampling. Margin of error survei ini +- 3,5% dengan tingkat kepercayaan berada di angka 95%.
Indikator Politik Indonesia tidak berfokus pada beberapa tokoh. Dalam artian, responden sama sekali tidak diberi informasi terkait tokoh-tokoh yang akan maju di Pilgub Jakarta.






