Andy Azisi mengaku tidak khawatir dengan keberadaan Fahri Hamzah. Karena suara PKS justru semakin bertambah di NTB setelah ditinggalkan politikus nasional tersebut.
KNews.id – Calon presiden nomor urut 1 Anies Baswedan disambut gegap gempita oleh masyarakat saat berkampanye di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Selasa lalu, 19 Desember 2023. Capres yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar ini memang diprediksi akan menang di telak di provinsi tersebut.
“Orang NTB itu tahu siapa yang bisa dipercaya,” jelas tokoh nasional asal NTB, Andy Azisi Amin.
Dia mengakui pada dua pemilihan presiden sebelumnya, provinsi berbasis kepulauan dengan Lombok dan Sumbawa sebagai pulau utama ini menjadi basis utama Prabowo Subianto. Prabowo sampai meraup suara mencapai 72,45 persen pada 2014 dan 67,89 di 2019. Namun, dia mengingatkan, dukungan ini karena faktor ketidaksukaan masyarakat ke Jokowi.
“Orang NTB itu dulu sangat setia pada Prabowo karena Prabowo berhadapan dengan Jokowi. Ketika dia lompat ke Jokowi, ya ditinggal orang. Jadi orang mendukung dia dulu karena tidak setuju dengan Jokowi. Saya juga termasuk begitu,” ucapnya.
Karena itu politikus PKS yang pernah maju di Pilkada Sumbawa Barat ini yakin dominasi Prabowo akan goyang di NTB karena Anies mengusung ide perubahan. Terlebih, Anies juga jauh lebih mumpuni secara personal dibanding Ketua Umum DPP Gerindra yang juga menjabat Menteri Pertahanan tersebut.
“70-an persen (suara NTB) untuk Anies Baswedan,” tegasnya.
Dia yakin angka tersebut tercapai meski ada dua tokoh nasional asal NTB tidak mendukung pasangan AMIN. Pertama, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah. Bekas politikus PKS ini mendukung pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Andy Azisi menilai keberadaan Fahri Hamzah tidak akan menjadi ancaman bagi pasangan AMIN, yang diusung NasDem, PKS, dan PKS. Karena suara PKS justru semakin bertambah di NTB setelah ditinggalkan Fahri Hamzah.
“Fahri Hamzah itu memang dulu anggota DPR PKS dari NTB. Tapi setelah ditinggalkan Fahri Hamzah, jumlah kursi DPR PKS dari NTB itu malah naik jadi dua kursi. Sebelumnya cuman satu, Fahri Hamzah sendiri,” paparnya.
Kedua, Ketua Harian DPP Partai Perindo Muhammad Zainul Majdi yang mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Mahfud MD. Dia mengakui ketokohan politikus yang akrab disapa Tuan Guru Bajang (TGB) tersebut di NTB, terutama di Lombok daerah asalnya.
Karena itu, masyarakat Lombok berpotensi mendukung partai yang dipimpin TGB tersebut pada Pemilu 2024 ini. Namun untuk Pilpres 2024, warga tetap akan memilih Anies-Muhaimin.
“Jadi AMIN tidak bisa digoyang. Saya juga kan terus mengamati politik lokal NTB,” tandas caleg DPRD DKI Jakarta nomor urut 2 dari dapil 4 yang meliputi Kecamatan Matraman, Pulogadung, dan Cakung ini. (Zs/Kba)






