KNews.id – Saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) berhasil rebound pada penutupan sesi I Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (10/8/2023). Rebound terjadi setelah saham teknologi ini turun tajam akibat panic selling pada perdagangan Rabu (9/8/2023).
Berdasarkan data BEI, saham GOTO melesat 4,3% hingga akhirnya ditutup menguat ke level Rp 97 pada penutupan sesi I. Bahkan saham GOTO menduduki peringkat teratas untuk volume transaksi mencapai 2,36 miliar saham dengan nilai Rp 226 miliar. Penguatan harga GOTO juga membuat indeks saham sektor teknologi nyaris naik 1%.
Sedangkan pada pembukaan perdagangan hari ini, saham GOTO berada di Rp 93 dan sempat turun ke level Rp 91. Namun, tak lama berselang harga saham rebound dan menyentuh posisi tertinggi intraday level Rp 98.
Berdasarkan data, penurunan harga saham GOTO sudah tidak wajar dan bisa menjadi peluang bagi investor untuk meraup cuan. Apalagi, perseroan akan merilis laporan keuangan pekan depan yang diyakini kembali mencatatkan perbaikan kinerja. Persepsi investor itu tercermin pada rebound saham GOTO pagi ini.
Perseroan dijadwalkan akan merilis kinerja keuangan pada 15 Agustus 2023. Beberapa analis menilai kinerja keuangan GOTO, terutama di neraca laba rugi (bottom line) pada kuartal II diprediksi kembali bertumbuh, dibandingkan kuartal I-2023.
Riset Citi yang ditulis oleh Ferry Wong menyebutkan bahwa Gross Transaction Value (GTV) GOTO akan mengalami moderasi pada kuartal II-2023. Sementara, pendapatan perseroan diprediksi meningkat dan margin kontribusi serta EBITDA yang disesuaikan dirpediksi terus membaik. “Kami memperkiran take rate akan terus membaik, meskipun ada penurunan dari sisi GTV sejalan dengan fokus perseroan terhadap pelanggan profitable” tulis Ferry Wong dalam risetnya.
Sebelumnya, GOTO merilis aplikasi GoPay yang terpisah dari aplikasi Gojek dan Tokopedia. Meski terpisah, Gopay akan tetap ada dan dikembangkan di dalam aplikasi on-demand maupun e-commerce milik raksasa teknologi Tanah Air tersebut.
Peluncuran aplikasi GoPay secara terpisah dimaksudkan untuk menargetkan pengguna di luar ekosistem dan selanjutnya dapat mendorong pertumbuhan GOTO secara berkesinambungan. Analis pun menilai positif langkah tersebut.
Sementara itu, analis MNC Sekuritas Andrew Susilo mengatakan, langkah GOTO tersebut membuktikan keseriusan perseroan untuk menggarap bisnis di bidang keuangan digital RI dengan potensi yang besar. Senada dengan Ferry, Andrew juga optimis kinerja keuangan GOTO akan terus membaik sejalan dengan langkah perseroan meningkatkan monetisasi di segala lini bisnisnya.
Ferry Wong dan Andrew masih merekomendasikan beli saham GOTO. Ferry menetapkan target harga saham GOTO di level Rp 210. Sementara, Andrew menetapkan target harga GOTO di level Rp 167.






