spot_img

3 Golongan yang Rajin Beramal tapi Justru Masuk Neraka

KNews.id – Jakarta – Beramal saleh merupakan perbuatan mulia dan membawa manusia pada kebaikan. Namun, amalan ini bisa sia-sia jika dilakukan dengan niat ingin mendapat pujian.

Ada sebuah hadits yang menyebutkan tiga golongan manusia yang terlihat suka beramal tapi justru menyeretnya ke neraka. Ternyata, mereka melakukan semua kebaikan itu bukan untuk mencari ridha Allah SWT melainkan riya dan sumah.

- Advertisement -

Riya adalah suka memamerkan amal ibadah atau kebaikan agar dipuji manusia, sedangkan sumah adalah suka menceritakan kelebihan diri sendiri untuk mendapat simpati, atau bisa diartikan senang mendapat pujian.

3 Golongan Manusia yang Pertama Kali Masuk Neraka
Golongan manusia yang tampak beramal tapi masuk neraka akan diadili pertama kali pada hari kiamat nanti. Mereka adalah orang yang mati syahid tapi karena ingin dikatakan gagah atau pemberani; orang yang berilmu dan membaca Al-Qur’an tapi ingin dikatakan seorang alim atau qari; dan orang yang bersedekah karena ingin disebut dermawan.

- Advertisement -

Rasulullah SAW bersabda:

إن أول الناس يُقضى يوم القيامة عليه رجُل اسْتُشْهِدَ، فأُتي به، فعرَّفه نِعمته، فعرَفَها، قال: فما عَمِلت فيها؟ قال: قَاتَلْتُ فيك حتى اسْتُشْهِدْتُ. قال: كَذبْتَ، ولكنك قَاتَلْتَ لأن يقال: جَرِيء! فقد قيل، ثم أُمِرَ به فَسُحِب على وجهه حتى أُلقي في النار. ورجل تعلم العلم وعلمه، وقرأ القرآن، فأُتي به فعرَّفه نِعَمه فعرَفَها. قال: فما عملت فيها؟ قال: تعلمت العلم وعلمته، وقرأت فيك القرآن، قال: كَذَبْتَ، ولكنك تعلمت ليقال: عالم! وقرأت القرآن ليقال: هو قارئ؛ فقد قيل، ثم أُمِر به فَسُحِب على وجهه حتى ألقي في النار. ورجل وَسَّعَ الله عليه، وأعطاه من أصناف المال، فأُتي به فعرَّفه نِعَمه، فعرَفَها. قال: فما عملت فيها؟ قال: ما تركت من سبيل تُحِبُّ أن يُنْفَقَ فيها إلا أنفقت فيها لك. قال: كَذَبْتَ، ولكنك فعلت ليقال: جواد! فقد قيل، ثم أُمِر به فَسُحِب على وجهه حتى ألقي في النار

Artinya: “Sesungguhnya manusia yang pertama kali diputuskan perkaranya pada hari kiamat adalah orang yang mati syahid. Ia dihadapkan kepada Allah lalu dikenalkan kepadanya nikmat-Nya, maka ia pun mengenalnya.

Allah berfirman, “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat ini?” Ia menjawab, “Aku telah berperang di jalan-Mu sampai aku mati syahid.”

Allah berfirman, “Engkau berdusta. Engkau berperang agar disebut pemberani, maka sungguh hal itu telah dikatakan.”

Selanjutnya ia diperintahkan untuk dibawa lalu diseret dengan wajahnya sampai ia dilemparkan ke neraka. Selanjutnya, orang yang mempelajari satu ilmu dan mengajarkannya dan membaca Al-Qur’an.

- Advertisement -

Ia pun dihadapkan kepada Allah, lalu dikenalkan kepadanya nikmat-Nya, maka ia pun mengenalinya. Allah berfirman, “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat tersebut?”

Ia menjawab, “Aku mempelajari satu ilmu dan mengajarkannya dan aku membaca Al-Qur’an karena-Mu.”

Allah berfirman, “Engkau berdusta. Engkau belajar agar disebut seorang yang berilmu dan engkau membaca Al-Qur’an agar disebut pembaca, maka sungguh semua itu telah dikatakan.”

Lalu ia diperintahkan untuk dibawa lalu diseret dengan wajahnya sampai ia dilemparkan ke neraka. Selanjutnya, orang yang diluaskan rezekinya dan diberi berbagai macam harta oleh Allah.

Lalu ia dihadapkan kepada Allah kemudian dikenalkan nikmat-Nya, maka ia pun mengenalinya. Allah berfirman, “Apa yang telah engkau lakukan dengan nikmat ini?”

Ia menjawab, “Aku berinfak karena-Mu di semua jalan yang Engkau sukai.” Allah berfirman, “Engkau berdusta.

Engkau melakukan itu agar disebut dermawan, maka sungguh hal itu telah dikatakan.”

Kemudian ia diperintahkan untuk dibawa lalu diseret dengan wajahnya sampai ia dilemparkan ke neraka. (HR Muslim dari Abu Hurairah RA)

Menurut hadits tersebut, berikut golongan manusia ahli amal yang akan diadili dan masuk neraka pertama kali:

Orang yang jihad bukan karena agama atau Allah SWT
Orang yang berilmu dan mengajarkannya serta orang yang membaca Al-Qur’an karena ingin disanjung
Orang yang bersedekah karena ingin dipuji
Allah Tak Menerima Amalan kecuali Murni karena-Nya
Prof Ali Muhammad Ash-Shallabi dalam Al-Wasathiyyah fi Qur’anil Kariim terjemahan Samson Rahman dan Tajuddinn memaparkan hadits yang menyebut Allah SWT tidak akan menerima amalan seseorang kecuali amalan itu murni karena mencari ridha-Nya.

Dari Abu Umamah Al-Bahily dia berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi dan berkata, ‘Apa pendapatmu tentang seorang yang berperang mencari pahala dan gelar nama? Apa yang dia akan peroleh?’ Rasulullah bersabda, ‘Dia tidak mendapat sesuatu pun.’ Dia mengulangi pertanyaannya sampai tiga kali, akan tetapi Rasulullah menjawab, ‘Dia tidak mendapatkan sesuatu pun.’

Kemudian Nabi bersabda, ‘Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan kecuali amalan yang murni dan mencari Wajah (ridha) Allah’.” (HR An-Nasa’i dalam Kitab Al-Jihad)

Menurut riwayat lain, tidurnya orang yang menaati imam, membelanjakan hartanya, memudahkan urusan temannya, dan tidak berbuat kerusakan menjadi pahala apabila semua itu dilakukan semata mencari ridha Allah SWT. Sebaliknya, orang yang beramal karena ingin dilihat atau pencitraan dan berbuat kerusakan dia adalah orang-orang yang rugi.

Dari Muadz bin Jabal RA, dari Rasulullah SAW bersabda, “Perang itu ada dua macam; Adapun orang yang berperang mencari Wajah (ridha) Allah, mentaati imam, membelanjakan harta yang mulia, memudahkan rekannya, dan menghindari kerusakan, maka tidurnya dan perampasannya adalah pahala seluruhnya.

Adapun orang yang berperang dengan kecongkakan, riya (sombong agar dilihat) dan sumah (sombong agar harum namanya, pencitraan), membangkang kepada imam, dan melakukan kerusakan di muka bumi, maka sesungguhnya dia tidak kembali dengan kefakiran.” (HR An-Nasa’i dalam Kitab Al-Jihad)

Umat Islam hendaknya berhati-hati dengan riya. Dalam sebuah hadits yang dinukil Muhammad Nauval Al-Ammari dalam buku Memahami Ilmu Tauhid dan Amalan Ahli Surga, riya dikatakan sebagai syirik ashgar.

Dari Mahmud bin Labid, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya yang paling kukhawatirkan akan menimpa kalian adalah syirik ashgar.” Para sahabat bertanya, “Apa itu syirik ashgar, wahai Rasulullah?” Beliau bersabda, “(Syirik ashgar adalah) riya. Allah Ta’ala berkata pada mereka yang berbuat riya pada hari kiamat ketika manusia mendapat balasan atas amalan mereka: ‘Pergilah kalian pada orang yang kalian tujukan perbuatan riya di dunia. Lalu lihatlah apakah kalian mendapatkan balasan dari mereka’?” (HR Ahmad. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan sanadnya shahih)

Riya lebih berbahaya dari fitnah Dajjal, sebagaimana sabda Rasulullah SAW:

“Maukah aku kabarkan kepada kalian sesuatu yang lebih tersembunyi di sisiku atas kalian daripada Masiih ad-Dajjal?… Yaitu syirkul khafi, yaitu seseorang salat, lalu menghiasi (memperindah) salatnya, karena ada orang yang memperhatikan salatnya.” (HR Ibnu Majah)

Naudzubillah min dzalik.

(NS/DTK)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini