Oleh : Assc. Prof. Dr. H. Abdul Chair Ramadhan, S.H., M.H.
Pengantar: Buku Melawan Zionis Demi Baitul Maqdis
KNews.id – Jakarta, Yahudi demikian sering dipertukarkan dengan Israel, semenjak berdirinya negara Israel tahun 1948 hingga kini. Penamaan Israel itu sendiri menunjuk pada panggilan Nabi Ya’qub AS. Disebut demikian oleh karena Nabi Ya’qub AS adalah seorang yang soleh dan ta’at beribadah kepada Allah SWT, sehingga disebut Isra’il.
Perlu ditegaskan, bahwa mereka yang memerintah sekarang ini, dan membentuk rakyat Israel yang mengklaim hak historis dengan menyatakan bahwa diri mereka adalah cucu dari Ibrahim AS dan Yakub AS adalah ahistoris, mereka itu morang-orang Zionis. Zionis demikian licik memainkan konspirasi dan propaganda, telah mampu membuat sejarah palsu hingga berdirinya negara Zionis Israel. Kaum Yahudi yang merampas tanah Palestina hingga menjadikannya negara adalah keturunan Yahudi Khazar.
Yahudi Khazar tidak memiliki pertalian apa pun dengan Bani Israel sebagaimana yang mereka klaim dari semenjak dahulu. Melalui Yahudi Khazar inilah yang kemudian sebagai besar keturunannya dikenal sebagai Yahudi Ashkenazi. Dengan kata lain, sebagian besar Yahudi Ashkenazi adalah keturunan dari orang-orang Khazar yang berpindah agama menjadi Yahudi.
Yahudi yang dimaksud disini adalah yang sama Yahudi non-Semitik. Sebagian ahli menyebutkan bahwa Yahudi adalah sisa-sisa bani Israel yang tidak mengimani Taurat. Menurut Arthur Koestler (1905-1983), Yahudi bukan merupakan sebuah ras yang terjaga kemurniannya. Mereka terdiri dari berbagai macam ras yang tidak memiliki keistimewaan apa pun.
Penulis dan wartawan Hongaria-Inggris itu membuktikannya dengan menggunakan fakta-fakta sejarah, studi migrasi bangsa-bangsa dan Yahudi Eropa, antropologi, seperti ilmu humaniora, penemuan ilmiah dan kedokteran, dengan membandingkan bentuk fisik manusia dan golongan darah, serta geneologi. Bahkan referensi terkuat yang dipakai Koestler dalam penelitiannya adalah laporan Unesco yang menolak dengan tegas kemurnian ras Yahudi.
Ernest Renan (1823-1892), pencetus konsep negara bangsa (nation state), mengemukakan Teori Khazaria, antara lain dalam tulisannya, “Judaism as a Race and as Religion” pada 1883. Teori Khazaria pada intinya, menyatakan bahwa orang-orang Yahudi Ashkenazi adalah keturunan bangsa Khazar yang pernah eksis di Eurasia. Mereka sesungguhnya adalah orang-orang Turki (bukan Kanaan), yang memeluk agama Yahudi.
Menyusul kehancuran Imperium Khazaria akibat serbuan Mongol, mereka bermigrasi ke Eropa. Patut dicatatam, bangsa Khazar memasuki ajaran Yahudi yang sarat dengan paganisme.
Selanjutnya, dari elit Yahudi Ashkenazi diciptakan perkumpulan rahasia (secret society) yang berjalan demikian lama, namun gerakan mereka mampu memengaruhi pemimpin negara-negara, untuk tidak mengatakan menipu dunia. Sebutlah kelompok Freemasonry (mason bebas), keberadaannya memiliki sejarah panjang, berakar pada abad pertengahan.
Freemasonry memainkan peran penting dalam lahirnya abad pencerahan (aufklärung), dengan menyebarkan dan mempromosikan ide-ide pencerahan yang demikian itu adalah nilai-nilai humanisme sekuler dan materialisme. Suatu paham yang sangat bertentangan dengan ajaran agama. Freemasonry bertujuan membangun Tatanan Dunia Baru (Novus Ordo Seclarum).
Freemasonry merupakan kelanjutan dari Knight Templar. Dalam sejarahnya Knight Templar dilahirkan oleh kaum Kabbalah. Kemudian Freemasonry membentuk Illuminati dan berlanjut menjadi Zionisme internasional. Mason bebas alias tukang batu yang bebas, tiada lain dimaksudkan terbebasnya dan tidak terikatnya dengan agama, suku, negara, bangsa. Mereka hanya terikat dengan Talmud dan Protokol Para Tetua Sion (The Protocols of the Elders of Zion). Bagi Zionis Yahudi Talmud setingkat dengan Taurat atau bahkan lebih agung dari Taurat.
Talmud adalah manifesto yang paling berbahaya bagi kemanusiaan. Dikatakan demikian oleh karena mengajarkan bahwa semua agama dan peradaban harus dihancurkan demi terciptanya Zionis Internasional. Dalam Talmud disebutkan bahwa tuhan itu bernama Jehovah dan tuhan seperti manusia. Dikatakan juga bahwa Jehovah berperangai lebih rendah dari manusia.
Isi kandungan Talmud inilah sebagai sebuah ideologi untuk mengembangkan Zionisme International, yang mengklaim bahwa Yahudi adalah bangsa pilihan dan Jerusalem adalah tanah yang dijanjikan. Padahal tidak pernah ada disebutkan dalam Taurat, Zabur injil dan al-Qur’an.
Ajaran Talmud menekankan keunggulan kaum Yahudi, dan sejalan dengan itu menanamkan kebencian pada selain mereka, hingga melakukan genosida sebagaimana yang terjadi di Palestina sekarang. Selama Zionis ada, maka apa yang terjadi di Palestina akan terjadi di wilayah/negara lain ketika Zionis mampu menjangkaunya. Menjadi jelas ajaran Talmud membenarkan pembantaian secara massal penduduk sipil Palestina.
Disebutkan bahwa semua orang yang bukan Yahudi di sebut “goyyim” alias sama dengan binatang. Ras Yahudi adalah “umat pilihan”, satu-satunya ras yang mengklaim diri sebagai keturunan langsung dari Nabi Adam AS.
Berdasarkan kitab Talmud inilah Charles Darwin melahirkan teori “The Origin Species” yang berkesimpulan bahwa manusia berasal dari kera. Darwin adalah cucu dari Erasmus Darwin dan kakeknya memiliki pandangan evolusi dalam teorinya “Zoonomia” yang mendahului teori evolusi Darwin. Erasmus adalah penganut pagan yang memiliki hubungan dekat dengan kaum Jacobin di Prancis dan Masonik Illuminati yang menaruh kebencian terhadap agama. Paganisme yang dianut Erasmus adalah kepercayaan dari jaman Mesir Kuno dan sekaligus menjadi bangunan pemikiran Freemasonry dan Illuminati.
Pada akhirnya melalui Darwinisme memberikan justifikasi terhadap rasialisme, fasisme, geosida dan peperangan (PD I & PD II). Karl Marx dan Adolf Hitler adalah produk dari Darwinisme yang pastinya terhubung dengan Freemasonry dan Illuminati.
Genosida yang dilakukan hingga saat ini terhadap rakyat Palestina adalah juga mengacu pada ajaran Haushofer. Dia itu berasal dari keluarga Yahudi Jerman. Hilter dalam bukunya, “Mein Kampf” membenarkan perang untuk mencapai ekspansionisme Jerman dengan menggunakan Lebensraum, sebagaimana menjadi pemikiran utama Haushofer.
Penguasaan atas ruang hidup baik oleh Hitler maupun Darwin memiliki kesamaan rasisme. Orang-orang yang secara ras lebih unggul memiliki kewajiban moral untuk menyita tanah orang-orang yang lebih rendah. Suatu bangsa yang lebih kuat memiliki hak untuk menguasai, walaupun dengan cara kekerasan demi untuk kelangsungan hidupnya.
Sama halnya dengan Friedrich Ratzel, ia memberikan pandangan bahwa konsep Lebensraum menyatakan tidaklah salah mengambil tanah orang yang lebih lemah. Tindakan tersebut selaras dengan “hukum alam” yang diajarkan evolusi Darwin. Teori Geopolitik yang diperkenalkan oleh Haushofer sebangun dengan studi seleksi alam Darwinisme, dan keduanya selaras dengan ajaran Zionisme. Hal ini terdapat dalam kitab mereka (Talmud) dan Protocols of the Elders of Zion.
Patut dicatat bahwa tindakan holocaust oleh Nazi pada saat Perang Dunia II – yang didasarkan oleh ajaran Zionisme – ternyata bermata dua. Pada sisi pertama, digunakan untuk terjadinya imigrasi kaum Yahudi ke Palestina. Pada sisi kedua, digunakan agar terwujud emigrasi bangsa Palestina ke luar dari tanah airnya di Palestina. Terlebih lagi saat ini invasi militer Zionis semakin masif. Jika, Hitler sang “diktator Jerman” dianggap sebagai ‘orang paling jahat’ terhadap Yahudi, namun kini Zionis Israel merupakan ‘negara paling jahat’ terhadap kemanusiaan.
Dulu, mereka menyuarakan holocaust yang ternyata digunakan dalam rangka imigrasi kaum Yahudi menempati tanah Palestina, sekarang mereka melakukan holocaust terhadap bangsa Palestina. Genosida itu dimaksudkan agar mereka dapat menguasai semua wilayah Palestina guna menguasai Bumi Syam.
Khusus tentang silsilah ke atas Hitler perlu diketahui, bahwa kakek Hitler adalah Nathan Meyer Rothschild. Maria Schickelgruber nenek Hitler, ia adalah pelayan di rumah Rothschild di Wina ketika ayahnya, Alois dilahirkan akibat hubungan gelap keduanya.
Keluarga Rothschild hanya boleh menikahi orang dalam keluarga besar mereka, sehingga mereka memiliki ‘anak-anak haram’ yang berfungsi sebagai agen tanpa nama. Tradisi menikan sesama keluarga hingga kini tetap berlaku. Putra Rothschild, Alois Hitler, menikah kali ketiga dengan keponakannya, Klara, yang menjadi ibu Hitler.
Nathan Meyer Rothschild adalah putra Mayer Amschel Rothschild. Dimana buyut Hitler ini penggagas didirikannya Illuminati (1776) dan disepakati Adam Weishaupt sebagai piminannya. Weishaupt merupakan kelanjutan dari ordo Kabbala putih, yaitu salah satu ordo Kabbala yang lebih menekankan misi politik, di samping mengembangkan ajaran dalam menyembah Lucifer (Iblis).
Freemasonry berasal dari ajaran sesat Kabbala dan kemudian menjadi ajaran sesat Yahudi yang diwarisi dari era Firaun Mesir dan era Babilon Kuno. Mereka merumuskan, misi Kabbala adalah menentukan arah peradaban manusia guna membentuk Novus Ordo Seclorum dan “Pemerintahan Satu Dunia” (E Pluribus Unum) di bawah kepemimpinan kaum Yahudi.
Keberhasilan konspirasi Yahudi Ashkenazi tampak ketika gerakan Zionisme internasional mampu menjatuhkan Sultan Mahmud II, hingga terjadi perjanjian Sykes-Picot (1916) antara Inggris dan Prancis dan kemudian Deklarasi Balfour (1917) yang mengumumkan pendirian “rumah nasional bagi bangsa Yahudi” di Palestina. Sykes-Picot dan Deklarasi Balfour adalah buah hasil gerakan Freemasonry yang lebih lanjut dikembangkan oleh Theodor Herzl. Saat Kongres Zionis Pertama, di Basel, Swiss, pada tanggal 29 hingga 31 Agustus 1897, telah ditetapkan tujuan untuk mendirikan “rumah yang dijamin secara hukum untuk orang Yahudi” di Palestina.
Zionisme internasional meneruskan misi Freemasonry yang bertujuan melanjutkan cita-cita para Kabalis, yaitu membangun suatu “Tata Dunia Baru” (Novus Ordo Seclorum), cita-cita yang telah berusia 4000 tahun. Sebagaimana dikumandangkan oleh presiden Bill Clinton tatkala memasuki Millenium Ketiga. Tujuan utama Freemasonry ialah membangun “Satu Pemerintahan Dunia” (E Pluribus Unum), dan “Tata Dunia Baru” (Novus Ordo Seclorum), dengan cara menyusupi dan menguasai Amerika Serikat dan dengan itu
membangun peradaban Barat-Zionis. Agenda besar ini dapat dilihat dalam mata uang satu dollar AS. Konsep Novus Ordo Seclarum – yang terdapat dalam uang satu dolar AS – diambil dari pemikiran Adam Weishaupt.
Novus Ordo Seclorum itu digenapkan dengan terciptanya Perang Dunia III. Para ahli meramalkan terjadinya Perang Dunia III adalah juga disulut oleh Zionis Israel. Kondisi ketegangan Israel dengan Iran terkait isu pengembangan nuklir Iran dan agresi militer Israel atas Palestina, akan menjurus terjadinya Perang Dunia III. Terkait dengan hal ini, William T. Still (1990) memberikan pendapatnya bahwa terjadinya Perang Dunia III akan dilakukan di Timur Tengah antara umat Islam dan Yahudi Khazar, dan akan menyebabkan perang Armageddon.
Sejarah mencatat, Perang Dunia I dan Perang Dunia II adalah hasil propaganda dan konspirasi Zionis. Ketika Zionis telah membentuk negara (Israel), segera itu pula terlibat dalam banyak perang dengan negara Arab dan itu tidak dapat dilepaskan dengan penguasaan atas Palestina.
Kesemuanya itu terekam dalam Protokol Para Tetua Sion (The Protocols of the Elders of Zion). Terakhir penulis kutip pernyataan Henry Ford dalam bukunya “The International Jew” (1976) yang menyatakan, “Jika saya ditanya tentang asli tidaknya Protokolat Zionis, maka saya tidak akan mau masuk ke dalam perdebatan panjang itu. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan berkenaan dengannya adalah, bahwa semua kejadian yang ada di dunia ini sejalan dengannya.” Tanpa ragu, Penulis juga berpendapat demikian.
Catatan: Buku “Melawan Zionis Demi Baitul Maqdis” insya Allah launching pada bulan Agustus 2025.
(FHD/NRS)




