KNews.id – Jakarta – Pemerintah telah mengevakuasi 22 WNI dari Iran dalam evakuasi tahap pertama usai negara itu dilanda perang.
WNI yang dievakuasi melalui Azerbaijan dan mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Selasa (10/3/2025) sore. Salah satu WNI yang dievakuasi, Tetap Segar (58), menceritakan horor serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel di Teheran.
Tetap Segar mengaku memutuskan mengikuti evakuasi setelah kondisi Iran tidak kondusif.
“Kondisi sekarang memang sudah tidak kondusif. Namun, tergantung dari kita masing-masing mempunyai keyakinan akan cepat reda atau berlanjut,” kata Tetap Segar di Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (10/3).
Tetap Segar mengatakan, setiap hari dirinya meyaksikan lesatan rudal yang diluncurkan AS dan Israel ke Iran.
Menurutnya, operasi pengeboman hampir setiap hari terjadi. Terlebih lagi, Tetap Segar bekerja sebagai teknisi pesawat di Bandara Internasional Imam Khomeini dan Bandara Internasional Mehrabad.
“Hampir setiap hari serangan itu terjadi. Tapi untuk warga di sana sudah biasa tidak ada kepanikan berlebih. Jadi kita tetap stay menunggu kondisi kondusif,” katanya.
Segar menambahkan, usai AS dan Israel mengobarkan perang, ia dan WNI lainnya dipulangkan ke asrama tempat mereka tinggal. Perusahaan Segar menetapkan status siaga dan meliburkan aktvitas pekerjaan. Karena situasi keamanan semakin mencekam, Tetap Segar mengaku akhirnya memutuskan mendaftarkan evakuasi ke KBRI Teheran.
“Jadi karena hari demi hari tidak kondusif, jadi saya memutuskan untuk mengevakuasi diri, baik itu melalui perusahaan maupun KBRI. Tetapi saya pilih lewat KBRI dan diberikan arahan setiap langkah evakuasi agar aman,” kata Tetap Segar dikutip Antara.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri RI, Sugiono menyatakan, pemerintah melakukan evakuasi secara bertahap WNI dari Iran. Sugiono menyebut pihaknya telah menyiapkan gelombang kedua evakuasi dengan 36 WNI yang dipulangkan.




