spot_img
Jumat, Februari 27, 2026
spot_img
spot_img

Waspada Account Takeover! Modus Penipuan Digital yang Kian Marak

KNews.id – Jakarta – Di era digital yang serba cepat ini, kewaspadaan menjadi kunci utama dalam melindungi diri dari berbagai ancaman siber. Salah satu modus kejahatan yang semakin marak adalah Account Takeover (ATO), atau pengambilalihan akun secara ilegal. Modus ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga dapat mengancam privasi dan reputasi seseorang.

Pernahkah Anda menerima pesan singkat atau email dengan nada mengkhawatirkan, seperti “Akun Anda dibatasi!” atau “Ada aktivitas mencurigakan pada akun Anda”? Pesan-pesan semacam ini sering kali menjadi umpan yang dipasang oleh pelaku penipuan online untuk memancing kepanikan korban. Dalam kondisi panik, seseorang cenderung kurang waspada dan lebih mudah terperdaya oleh rayuan pelaku.

- Advertisement -

Modus operandi pelaku ATO biasanya dimulai dengan mengirimkan pesan yang berisi ancaman atau peringatan palsu, yang disertai dengan tautan (link) mencurigakan. Tautan ini diklaim sebagai solusi untuk memulihkan akun yang bermasalah. Namun, alih-alih memulihkan, tautan tersebut justru mengarah ke situs web palsu yang dirancang untuk mencuri informasi pribadi korban.

Ketika korban mengklik tautan tersebut dan mengisi data-data seperti username, password, kode OTP (One-Time Password), atau informasi sensitif lainnya, tanpa sadar mereka telah menyerahkan kunci akses akun mereka kepada pelaku. Setelah berhasil mendapatkan akses, pelaku dapat dengan leluasa menguasai akun korban, mengakses informasi pribadi, mengubah data akun, hingga melakukan transaksi keuangan atas nama korban.

- Advertisement -

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa kasus ATO mengalami peningkatan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Data menunjukkan bahwa dalam kurun waktu Januari 2024 hingga Januari 2025, tercatat sebanyak 2.688 kasus ATO. Angka ini menjadi bukti nyata bahwa pengambilalihan akun merupakan ancaman serius yang tidak boleh diabaikan.

Kerugian yang diakibatkan oleh ATO pun tidak main-main. Korban tidak hanya kehilangan uang, tetapi juga dapat mengalami kerugian reputasi akibat penyalahgunaan akun mereka oleh pelaku. Misalnya, pelaku dapat menggunakan akun media sosial korban untuk menyebarkan berita palsu (hoax), melakukan penipuan, atau bahkan melakukan tindakan kriminal lainnya.

Mengenali Ciri-Ciri Modus Penipuan ATO

Untuk melindungi diri dari jeratan ATO, penting untuk mengenali ciri-ciri modus penipuan ini. Berikut adalah beberapa indikasi yang perlu Anda waspadai:

1. Permintaan Mengklik Tautan Mencurigakan dan Mengirim Kode OTP
Waspadalah terhadap pesan yang mengatasnamakan pihak tertentu (misalnya, bank, e-commerce, atau media sosial) yang meminta Anda untuk mengklik tautan mencurigakan atau mengirimkan kode OTP. Ingatlah bahwa lembaga resmi tidak akan pernah meminta informasi sensitif seperti password atau kode OTP melalui pesan singkat atau email.

2. Notifikasi Login dari Perangkat atau Lokasi yang Tidak Dikenal
Jika Anda menerima notifikasi login dari perangkat atau lokasi yang tidak Anda kenali, segera periksa keamanan akun Anda. Ganti password Anda dengan password yang kuat dan unik, serta aktifkan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah.

3. Aktivitas Tidak Wajar pada Akun Anda
Perhatikan aktivitas yang terjadi pada akun Anda. Jika Anda melihat pesan terkirim tanpa sepengetahuan Anda, perubahan informasi akun yang tidak Anda lakukan, atau transaksi yang mencurigakan, segera laporkan kejadian ini kepada pihak terkait.

- Advertisement -

4. Permintaan untuk Membuka Akun Pinjaman Online
Modus penipuan yang semakin canggih adalah dengan meminta korban untuk membuka akun pinjaman online dengan alasan pemulihan akun. Jangan pernah memenuhi permintaan semacam ini, karena ini adalah indikasi kuat bahwa Anda sedang menjadi target penipuan.

Langkah-Langkah Pencegahan Account Takeover (ATO)

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Berikut adalah beberapa langkah pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk melindungi akun Anda dari serangan ATO:

1. Jangan Klik Tautan Mencurigakan
Hindari mengklik tautan dari pesan WhatsApp, SMS, email, atau media sosial yang tidak jelas sumbernya. Selalu verifikasi kebenaran informasi sebelum mengklik tautan apapun.

2. Selalu Hubungi Customer Service Melalui Aplikasi Resmi
Jika Anda mengalami masalah dengan akun Anda, jangan pernah membalas pesan di luar aplikasi yang mengaku sebagai pihak resmi. Selalu hubungi customer service melalui aplikasi resmi atau situs web resmi perusahaan terkait.

3. Aktifkan Fitur Keamanan Tambahan
Manfaatkan fitur keamanan tambahan yang disediakan oleh platform online, seperti verifikasi dua langkah (two-factor authentication). Fitur ini akan memberikan lapisan perlindungan tambahan pada akun Anda.

4. Gunakan Password yang Kuat dan Unik
Gunakan password yang kuat dan unik untuk setiap akun online Anda. Hindari menggunakan password yang sama untuk semua akun Anda. Kombinasikan huruf besar, huruf kecil, angka, dan simbol dalam password Anda.

5. Perbarui Password Secara Berkala
Ubah password Anda secara berkala, setidaknya setiap tiga bulan sekali. Hal ini akan mengurangi risiko akun Anda diretas jika password Anda bocor.

6. Waspada Terhadap Phishing
Phishing adalah upaya untuk mendapatkan informasi pribadi seseorang dengan menyamar sebagai pihak yang terpercaya. Waspadalah terhadap email atau pesan yang meminta informasi pribadi Anda, seperti password atau nomor kartu kredit.

7. Instal Aplikasi Keamanan
Instal aplikasi keamanan (antivirus) pada perangkat Anda dan pastikan aplikasi tersebut selalu diperbarui. Aplikasi keamanan dapat membantu melindungi Anda dari malware dan serangan siber lainnya.

8. Edukasi Diri Sendiri
Tingkatkan pengetahuan Anda tentang keamanan siber. Semakin Anda memahami ancaman yang ada, semakin baik Anda dapat melindungi diri Anda sendiri.

Shopee: Komitmen dalam Melindungi Pengguna dari Penipuan Online

Sebagai salah satu platform e-commerce terbesar di Indonesia, Shopee memiliki komitmen yang kuat untuk melindungi penggunanya dari berbagai modus penipuan online, termasuk ATO. Shopee secara aktif mengedukasi penggunanya tentang cara mengenali dan menghindari penipuan online melalui berbagai kampanye dan program.

Salah satu inisiatif Shopee adalah menyediakan Buku AMAN (Antisipasi Modus Penipuan AMAN Mengatasnamakan Shopee) sebagai panduan bagi pengguna untuk mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan online yang mengatasnamakan Shopee. Buku AMAN merupakan bagian dari kampanye Shopee anti-penipuan online #TakKenalMakaTakAman yang dapat diunduh secara gratis di situs web Shopee.

Kesimpulan

Account Takeover (ATO) merupakan ancaman serius yang dapat merugikan siapa saja. Dengan mengenali ciri-ciri modus penipuan ini dan mengambil langkah-langkah pencegahan yang tepat, kita dapat melindungi diri kita sendiri dan orang-orang terdekat kita dari jeratan kejahatan siber. Selalu waspada dan jangan pernah ragu untuk melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang. Ingatlah, keamanan digital adalah tanggung jawab kita bersama.

(RD/KN)

Berita Lainnya

Ikuti Kami

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PengikutMengikuti
- Advertisement -spot_img

Terkini